Dorong Kesetaraan, Kokuo Reflexology Ciptakan Kesempatan Bekerja bagi Kaum Disabilitas

Jum'at, 09 Februari 2024 - 18:35 WIB
"Kami ingin mereka terus memiliki daya saing tinggi, sama seperti orang normal pada umumnya. Karena itu, kami terus menyusun prosedur training yang inklusif. Hingga kini, sudah ada 40 terapis tunanetra yang sudah bergabung dalam Kokuo. Ke depan, kami akan terus membuka ruang bagi para kaum difabel," sambungnya.

Menjadi salah satu jenis disabilitas terbanyak di Indonesia, penyandang tuna netra kian mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Meski demikian, keterbatasan penglihatan mereka nyatanya mampu memberikan mereka kelebihan berupa indra peraba yang lebih tajam. Hal ini yang mampu memberi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Andri Prayogo, salah satu terapis tuna netra di Kokuo Reflexology merasakan manfaat yang besar lewat pembinaan rutin yang diterimanya.

“Sejak mengalami kecelakaan di tahun 2009, saya sudah divonis tidak bisa melihat lagi. Tentu saya sempat berputus asa. Lalu, saya diajak untuk mengikuti pembinaan pijat. Kini, saya bisa bekerja di salah satu tempat pijat prestige seperti Kokuo. Saya mampu mendapatkan penghasilan layak. Semua ini tentunya didapat karena adanya niat dan usaha,” jelas Andri.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Ungkap Alasan Yakin Terima Lamaran Lettu Muhammad Fardhana

Atas komitmennya tersebut, Kokuo Reflexology berhasil menerima penghargaan prestisius dari Kementerian Sosial RI dalam program Graduasi Program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengakui dan merayakan kontribusi signifikan para pelaku usaha dalam memajukan ekonomi lokal dan nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!