Viral Telur Dadar Disebut Picu Kanker, Cek Faktanya!
Jum'at, 23 Februari 2024 - 10:03 WIB
Viral telur dadar bisa memicu kanker. Pernyataan ini pertama kali muncul di YouTube. Foto/ nyt
JAKARTA — Beberapa waktu belakangan ini viral tentang telur dadar yang bisa memicu kanker. Pernyataan ini pertama kali dijelaskan oleh Iwan Benny, founder Konsep Karnus dan dr. Ary Yanuar dalam sebuah podcast di YouTube.
Dalam video tersebut, Iwan Benny menjelaskan jika di dalam telur ada dua zat yang berbeda. Pertama, zat avidin di dalam putih telur dan kedua zat biotin yang ada di dalam kuning telur. Kedua, kandungan zat tersebut akan terkunci ketika diolah menjadi telur dadar.
Baca Juga: Viral Jemaah Ini Gak Bawa Uang saat Umrah, Menangis Histeris Dikasih Rp1,8 Juta dari Orang Tak Dikenal
“Pada saat asam lemak banyak rantai ganjil ada di kuning telur, avidin (pada putih telur) akan mengunci biotin (pada kuning telur) untuk memecahnya. Apalagi digoreng, ikatan ini akan terkunci dan rusak,” tutur Iwan menjelaskan.
“Akhirnya rantai lemak yang ganjil ini tidak bisa masuk ke dalam darah dan akan membentuk senyawa baru yaitu dari jenis keton radikal. Ini yang akan masuk pada dan merampas elektron pada DNA dan RNA sehingga terjadilah kanker," ucap dia lagi.
Terkait masalah ini, Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Dr dr Brahmana Askandar, SpOG SubspOnk menjelaskan bahwa kanker tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, seperti telur dadar.
Dalam video tersebut, Iwan Benny menjelaskan jika di dalam telur ada dua zat yang berbeda. Pertama, zat avidin di dalam putih telur dan kedua zat biotin yang ada di dalam kuning telur. Kedua, kandungan zat tersebut akan terkunci ketika diolah menjadi telur dadar.
Baca Juga: Viral Jemaah Ini Gak Bawa Uang saat Umrah, Menangis Histeris Dikasih Rp1,8 Juta dari Orang Tak Dikenal
“Pada saat asam lemak banyak rantai ganjil ada di kuning telur, avidin (pada putih telur) akan mengunci biotin (pada kuning telur) untuk memecahnya. Apalagi digoreng, ikatan ini akan terkunci dan rusak,” tutur Iwan menjelaskan.
“Akhirnya rantai lemak yang ganjil ini tidak bisa masuk ke dalam darah dan akan membentuk senyawa baru yaitu dari jenis keton radikal. Ini yang akan masuk pada dan merampas elektron pada DNA dan RNA sehingga terjadilah kanker," ucap dia lagi.
Terkait masalah ini, Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Dr dr Brahmana Askandar, SpOG SubspOnk menjelaskan bahwa kanker tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, seperti telur dadar.
Lihat Juga :