Banyak Teman tapi Tetap Kesepian? Ini Pangkal Masalahnya

Kamis, 13 Agustus 2020 - 21:57 WIB
Survei dari The Economist dan Kaiser Family Foundation pada 2018, mengungkap bahwa lebih dari dua per sepuluh orang di Amerika Serikat dan Inggris merasakan kesepian, kurangnya rasa persahabatan, atau merasa terabaikan.

Emang gakgampang bagi mereka untuk punya koneksi dengan orang lain terutama bagi yang takut akan penolakan. Tapi, ketakutan ini justru bikin mereka malas membangun koneksi dan lebih memilih hidup di dalam pedihnya rasa kesepian. Padahal, perasaan terkoneksi ini bisa meredam kesepian dan membuat seseorang jauh lebih bahagia.

Penelitian dari Satici dkk. pada 2016 yang berjudul "Linking Social Connectedness to Loneliness: The Mediating Role of Subjective Happiness", menunjukkan adanya hubungan positif antara social connectedness dengan kebahagian subjektif dan rasa kesepian.

Artinya, penting bagi mereka yang kesepian untuk punya hubungan yang dekat (terkoneksi) dengan dunia sosial supaya bisa lebih merasa bahagia.

Robert Waldinger, profesor psikiatri dari Harvard Medical School juga mengatakan terkait penemuannya tentang social connectednes. (Baca Juga: Sang Lone Wolf, Mereka yang Memilih Berteman dengan Diri Sendiri )

“Penemuan yang paling mengejutkan adalah hubungan kita dan rasa bahagia ketika berada dalam suatu hubungan punya pengaruh kuat dalam kesehatan kita.”



Foto: Pexels

Dia juga menambahkan bahwa merawat suatu hubungan juga merupakan bentuk dari perawatan diri sendiri (self-care).

Memang gak bisa dimungkiri kalo kesepian jadi fenomena yang semakin biasa dan menyerang seseorang pada hampir segala usia. Penting banget untuk tetap terkoneksi walaupun kesepian sering melanda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!