Rayakan 70 Tahun, Kembar Noorca dan Yudhistira Massardi Rilis Buku Puisi

Kamis, 29 Februari 2024 - 21:35 WIB
Maman Mahayana yang mengulas buku puisi Yudhistira Massardi menyatakan bahwa jika mencermati keseluruhan puisi yang terhimpun dalam buku ini, Yudhistira tampaknya tidak termasuk golongan - meminjam istilah Rendra -penyair salon.

“Ia tidak teralienasi dari problem yang muncul di lingkungan masyarakatnya. Yudhistira juga tidak asyik-masyuk tenggelam dalam perburuan model estetik untuk kepentingan puisi itu sendiri atau bahkan menawarkan metafora yang maknanya terkunci di lemari besi," kata Maman, mengutip dari siaran pers.

Lebih lanjut, Maman berujar meskipun puisi-puisi Yudhistira tidak lantang menyuarakan kemarahannya atau setidak-tidaknya, kencang menyampaikan kritik sosial, ia merasa terpanggil untuk menyuarakan pesan kemanusiaannya. Maman menjabarkan bahwa puisi di buku ini sebagian besarnya disusun lewat larik-larik pendek, sebagiannya lagi bermain dengan larik-larik panjang.

Di antara itu, Yudhistira kerap bersiasat melakukan enjambemen, yaitu pemenggalan kalimat atau frasa untuk membangun kekuatan bunyi atau sengaja bersiasat: menyembunyikan pesannya atau sekadar bermain tipografi.

Adapun Seno Gumira Ajidarma yang mengulas buku Noorca Massardi, mengatakan bahwa kumpulan puisi ini adalah sebuah memoar. Dalam rumusan yang lebih canggih, memoar adalah kenangan-kenangan bertumbuh dan berkembang, atau peristiwa-peristiwa yang dengan suatu cara berakibat kepada penulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!