Review Film Miller's Girl: Cinta Tabu Guru-Murid yang Nanggung

Senin, 04 Maret 2024 - 11:01 WIB
Meski berbeda usia 31 tahun, tapi chemistry antara Ortega dan Freeman sangatlah meyakinkan. Ini membuat Miller's Girl menjadi sebuah tontonan yang menghibur dan seksi tanpa mengandalkan adegan erotis.

Hanya dari obrolan Jonathan dan Cairo, ekpresi wajah, gerak tubuh, hingga tatapan mata saja, penonton bisa melihat betapa luapan ketertarikan di antara keduanya hanya menunggu waktu saja untuk jebol. Freeman yang sudah menjajal beragam peran mulai dari hobbit hingga dokter yang kaku, mampu menghilangkan seluruh karakter yang pernah dimainkannya itu, dan mewujud menjadi guru yang punya daya tarik seksual.



Foto: Lionsgate Films

Hingga jelang akhir cerita, Miller's Girl masih mengasyikkan untuk ditonton. Apalagi saat momen thriller datang, dan perlahan demi perlahan terkuak juga hubungan asli Jonathan dengan istrinya yang bekerja di penerbitan, Beatrice (Dagmara Dominczyk).

Ditambah lagi, penonton juga disajikan bentuk lain dari hubungan tabu antara pria tua dengan gadis muda, seperti yang ditunjukkan oleh Winnie dengan pelatih pujaannya, Boris (Bashir Salahuddin). Jika Jonathan adalah pria yang bergerak dengan hati dan emosinya, Boris justru memilih rasional dengan segala tindakannya.

Baca Juga: 5 Artis Indonesia Ini Mirip Cast Avatar: The Last Airbender, Ada Bastian Steel dan Indro Warkop

Dengan segala kelebihan ini, sayangnya kejatuhanMiller's Girl justru terjadi tepat pada akhir ceritanya. Ini bukan sekadar pilihan membuat ceritanya menjadi open ending, tapi Miller's Girl ibarat daging yang disajikan setengah matang.

Penonton ibarat ditinggal sendirian di puncak klimaks cerita, dan diminta untuk menyelesaikan kisah film ini dengan interpretasi seluas-luasnya. Sungguh sebuah 93 menit yang membingungkan dan menyebalkan.
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!