Tips Mengatasi Haid saat Puasa Ramadan

Selasa, 05 Maret 2024 - 06:00 WIB
Sementara, Dr. Kimberley O. O'Brien, Profesor Nutrisi Manusia di Divisi Ilmu Nutrisi di Cornell University dan anggota dari American Society of Nutrition (ASN), menjelaskan menstruasi untuk sementara meningkatkan kehilangan zat besi harian seorang wanita, yang bersamaan dengan melahirkan, menjadi alasan wanita memiliki risiko anemia yang lebih besar.

Ada juga kekhawatiran seputar dehidrasi, terutama bagi umat Islam di negara-negara bagian yang lebih hangat seperti Arizona, yang suhunya bisa mencapai 102 Fahrenheit pada Juni.

“Saya paling khawatir tentang dehidrasi atau perkembangan gula darah rendah. Beberapa wanita lebih sensitif terhadap gula darah rendah dibandingkan yang lain dan risiko dehidrasi akan meningkat pada wanita yang lebih aktif secara fisik atau dalam kondisi hangat di mana mereka mungkin kehilangan lebih banyak air melalui keringat,” kata Dr. O’Brien.

Apa yang Dilakukan Wanita jika Haid saat Ramadan?

Profesor Harry J. McArdle, Profesor Kehormatan Ilmu Biologi di Universitas Nottingham, Inggris dan anggota ASN mengatakan, perempuan harus lebih fokus pada apa yang mereka konsumsi sebelum Ramadan, dibandingkan selama Ramadan.

“Waktu antara mengonsumsi zat besi dan penggabungannya ke dalam hemoglobin memiliki literatur yang luas, dengan banyak penelitian menunjukkan peningkatan nilai biomarker zat besi sebanyak empat minggu setelah suplementasi sebelum menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin,” katanya.

“Jadi jumlah yang dimakan selama Ramadhan mungkin kurang penting dibandingkan jumlah yang dimakan sebelum periode puasa,” ujar dia lagi.

Namun, dia mengemukakan kekhawatiran bahwa perempuan mungkin makan berlebihan di luar jam puasa selama bulan Ramadan dan hal ini memiliki efek yang lebih besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!