Apakah Film MH370 Kisah Nyata? Jelang 1 Dekade Malaysia Airlines yang Hilang Misterius
Kamis, 07 Maret 2024 - 07:14 WIB
Hilangnya pesawat tersebut secara mengejutkan menjadi berita utama dan menjerumuskan keluarga terdekat penumpang ke dalam mimpi buruk serta memicu pencarian global untuk mencari jawaban yang tidak pernah terungkap.
Dikutip Times of India, Film dokumenter tiga bagian ini dirilis melalui OTT pada 8 Maret dan telah membuat banyak penonton, seperti Ellie terperanjat hingga membuat cuitan di media sosialnya.
“Telepon penumpang berdering dan seorang anggota keluarga menerima telepon dari seseorang di penerbangan itu setelah dipastikan hilang. Mengapa hal ini tidak diperhatikan?” tulisnya.
Sentimen serupa juga diungkapkan oleh Natalie DeSanto melalui X, dulu Twitter. “Episode terakhir terus mengatakan bahwa ada bukti dan bukti serta kata kunci tersebut….” tulis dia.
“Tidak pernah dalam sejarah keberadaan manusia ada 239 orang dinyatakan meninggal hanya berdasarkan matematika,” tulis netizen.
“Jurnalisme investigatif terbukti menarik, dan serial ini menangkap rasa lapar yang tiada henti dari masyarakat akan jawaban ketika terjadi bencana,” tulis Joly Herman dari Common Sense Media.
Dikutip Times of India, Film dokumenter tiga bagian ini dirilis melalui OTT pada 8 Maret dan telah membuat banyak penonton, seperti Ellie terperanjat hingga membuat cuitan di media sosialnya.
“Telepon penumpang berdering dan seorang anggota keluarga menerima telepon dari seseorang di penerbangan itu setelah dipastikan hilang. Mengapa hal ini tidak diperhatikan?” tulisnya.
Sentimen serupa juga diungkapkan oleh Natalie DeSanto melalui X, dulu Twitter. “Episode terakhir terus mengatakan bahwa ada bukti dan bukti serta kata kunci tersebut….” tulis dia.
“Tidak pernah dalam sejarah keberadaan manusia ada 239 orang dinyatakan meninggal hanya berdasarkan matematika,” tulis netizen.
“Jurnalisme investigatif terbukti menarik, dan serial ini menangkap rasa lapar yang tiada henti dari masyarakat akan jawaban ketika terjadi bencana,” tulis Joly Herman dari Common Sense Media.
Lihat Juga :