Kemenparekraf Kembangkan Pariwisata Halal, MUI Ingatkan Dukung UMKM
Selasa, 19 Maret 2024 - 17:25 WIB
Kemenparekraf dan MUI kerja sama mengembangkan pariwisata halal Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Foto/Ayu Utami Anggraeni
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kerja sama mengembangkan pariwisata halal Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno . Dalam mengembangkan pariwisata halal, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Dr. H. Anwar Abbas meminta Kemenparekraf berpihak pada sektor UMKM.
"Dan hari ini kita tandatangani MoU masalah pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama wisata halal dan ekonomi syariah. Oleh karena itu kita harapkan ini tidak sekadar ditandantangani," kata Anwar di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga: Kembangkan Pariwisata Halal Indonesia, Sandiaga Uno: Kita Butuh Bimbingan MUI
Sebab, dunia usaha di Indonesia itu terbagi menjadi dua. Yakni usaha besar dan UMKM yang jumlahnya lebih besar dibandingkan usaha besar.
"Usaha besar jumlahnya 0,01 persen, UMKM jumlahnya adalah 99,99 persen. Saya titip kita bersama-sama saling mendukung," jelas Anwar.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno . Dalam mengembangkan pariwisata halal, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Dr. H. Anwar Abbas meminta Kemenparekraf berpihak pada sektor UMKM.
"Dan hari ini kita tandatangani MoU masalah pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama wisata halal dan ekonomi syariah. Oleh karena itu kita harapkan ini tidak sekadar ditandantangani," kata Anwar di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga: Kembangkan Pariwisata Halal Indonesia, Sandiaga Uno: Kita Butuh Bimbingan MUI
Sebab, dunia usaha di Indonesia itu terbagi menjadi dua. Yakni usaha besar dan UMKM yang jumlahnya lebih besar dibandingkan usaha besar.
"Usaha besar jumlahnya 0,01 persen, UMKM jumlahnya adalah 99,99 persen. Saya titip kita bersama-sama saling mendukung," jelas Anwar.
Lihat Juga :