Tadarusan di Bulan Ramadan, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Menangis Ingat Dosa
Jum'at, 22 Maret 2024 - 16:01 WIB
Biasanya, warga binaan ini membaca Al Quran secara tartil dan seusai tajdwid. Pantauan MPI, tidak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata mengingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat.
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Yunengsih mengaku bersyukur kegiatan tadarus Al Quran yang dilakukan setiap Ramadan ini semakin meningkat setiap tahunnya.
"Sebenarnya, kegiatan tadarus Al Quran ini sama dengan momen Ramadan sebelumnya. Namun, tahun ini jumlah WBP yang ikut lebih meningkat karena jumlah WBP di Lapas Perempuan Malang juga semakin banyak," kata Yunengsih, kepada wartawan pada Jumat (22/3/2024).
Saat menjalankan kegiatan tadarus Al Quran, Yunengsih mengatan warga binaan tidak diberikan target khusus. Mereka biasanya bisa membaca hingga satu juz, bahkan ada yang menyelesaikan beberapa juz.
"Tidak ada target khusus, bagi WBP yang mengikuti tadarus Al-Qur'an. Namun, bagi WBP-WBP tertentu (yang ilmu agamanya sudah tinggi), dalam sehari bisa menyelesaikan 4 sampai dengan 5 juz," ujar dia.
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Yunengsih mengaku bersyukur kegiatan tadarus Al Quran yang dilakukan setiap Ramadan ini semakin meningkat setiap tahunnya.
"Sebenarnya, kegiatan tadarus Al Quran ini sama dengan momen Ramadan sebelumnya. Namun, tahun ini jumlah WBP yang ikut lebih meningkat karena jumlah WBP di Lapas Perempuan Malang juga semakin banyak," kata Yunengsih, kepada wartawan pada Jumat (22/3/2024).
Saat menjalankan kegiatan tadarus Al Quran, Yunengsih mengatan warga binaan tidak diberikan target khusus. Mereka biasanya bisa membaca hingga satu juz, bahkan ada yang menyelesaikan beberapa juz.
"Tidak ada target khusus, bagi WBP yang mengikuti tadarus Al-Qur'an. Namun, bagi WBP-WBP tertentu (yang ilmu agamanya sudah tinggi), dalam sehari bisa menyelesaikan 4 sampai dengan 5 juz," ujar dia.
Lihat Juga :