Roy Jeconiah Kembali Lanjutkan Proyek yang Tertunda bareng Jecovox
Minggu, 16 Agustus 2020 - 02:32 WIB
Roy Jeconiah bersama bandnya Jecovox kembali melanjutkan proyek impiannya yang sempat tertunda yakni Tetralogy. / Foto: ist
JAKARTA - Rocker veteran Tanah Air, Roy Jeconiah bersama bandnya Jecovox kembali melanjutkan proyek impiannya yang sempat tertunda yakni Tetralogy, yang terdiri dari The Moon, The Sun, The Dream dan The Believes. Mengawali kelanjutan dari Tetralogy, Roy merilis single berjudul Anarkis Yang Kronis, yang diciptakan mantan vokalis band Boomerang itu sendiri.
(Baca juga: Rayakan HUT Kemerdekaan RI, DJ Stroo-Roy Jeconiah Rilis Ulang Aku Garuda )
"Lagu ini baik notasi maupun lirik saya yang buat, tetapi untuk musik kita kerjakan bersama-sama berdasarkan kerangka atau pattern musik awal yang saya buat. Jadi pengisi drumnya udah beneran bukan mesin, terus pemain bass maupun gitar juga sudah pemain yang sebenarnya, meskipun awalnya saya yang main gitar sendiri," tutur Roy dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.
Anarkis Yang Kronis secara tema lirik bercerita tentang berbagai kejadian yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari, seperti misalnya korupsi dan lain-lain. "Lagu ini liriknya bercerita tentang pola pikir yang anarkis, seperti korupsi atau hal-hal yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat secara umum, baik di sekitar kita maupun di dunia. Jadi bukan tindakannya yang anarkis, tetapi cara berpikir atau pola pikir yang cenderung destruktif dan merugikan banyak orang," papar Roy.
(Baca juga: Rayakan HUT Kemerdekaan RI, DJ Stroo-Roy Jeconiah Rilis Ulang Aku Garuda )
"Lagu ini baik notasi maupun lirik saya yang buat, tetapi untuk musik kita kerjakan bersama-sama berdasarkan kerangka atau pattern musik awal yang saya buat. Jadi pengisi drumnya udah beneran bukan mesin, terus pemain bass maupun gitar juga sudah pemain yang sebenarnya, meskipun awalnya saya yang main gitar sendiri," tutur Roy dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.
Anarkis Yang Kronis secara tema lirik bercerita tentang berbagai kejadian yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari, seperti misalnya korupsi dan lain-lain. "Lagu ini liriknya bercerita tentang pola pikir yang anarkis, seperti korupsi atau hal-hal yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat secara umum, baik di sekitar kita maupun di dunia. Jadi bukan tindakannya yang anarkis, tetapi cara berpikir atau pola pikir yang cenderung destruktif dan merugikan banyak orang," papar Roy.
Lihat Juga :