Film Indonesia yang Dilarang dan Diprotes Tayang di Bioskop, Ada Kiblat
Rabu, 27 Maret 2024 - 19:07 WIB
Namun, film sekuelnya, yaitu Pocong 2 justrubisa ditayangkan dan cukup sukses di bioskop. Pada 2019, dirilis juga Pocong the Origin yangmerupakan adaptasi dari film pertama yang menghilangkan unsur kerusuhan Mei 1998.
Foto: Kinekuma Pictures
Film ini mengisahkan seorang pria yang menyukai sesama jenis, bahkan ketika dirinya sudah beristri, pria tersebut tetap memiliki ketertarikan dengan pria lain. Melihat sinopsis dari film ini tentu tidak heran mengapa filmnya dilarang tayang di bioskop Indonesia.
Kendati begitu, filmnya sempat ditayangkan dalam festival film di Indonesia yang dibuat terbatas. Selain itu, film ini juga disukai di luar negeri, salah satunya diputar di Festival Film Internasional Rotterdam 2012.
Foto:Final Cut for Real
Film dokumenter dengan judul bahasa Inggris The Act of Killing ini mengambil sudut pandang kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan oleh para preman terhadap mereka yang diduga terlibat dalam PKI. Alih-alih dianggap sebagai pembunuh, mereka malah dianggap sebagai pahlawan.
Film ini juga dilarang tayang di jaringan bioskop Indonesia karena isunya yang sensitif. Meski begitu, filmnya sempat diputar di forum-forum terbatas di dalam negeri.
Film ini juga memiliki peminat yang tinggi di luar negeri. Bahkan mendapat penghargaan British Academy Film and Television Arts Awards 2013.
Foto: via Indonesian Film Center
Film yang sempat masuk dalam nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik Piala Citra 2011 ini terpaksa dicabut karena LSF menyatakan film tersebut tidak lulus sensor.
Film yang mengangkat kisah tragis Bom Bali berdasarkan perspektif teroris yang terlibat didalamnya ini mendapat banyak kecaman. Penyebabnya adalah karena dianggap sebagai propaganda yang dapat menyesatkan bagi masyarakat Indonesia. Meski begitu, filmnya masuk sebagai nomine film dokumenter terbaik FFI.
3. Parts Of the Heart (2012)
Foto: Kinekuma Pictures
Film ini mengisahkan seorang pria yang menyukai sesama jenis, bahkan ketika dirinya sudah beristri, pria tersebut tetap memiliki ketertarikan dengan pria lain. Melihat sinopsis dari film ini tentu tidak heran mengapa filmnya dilarang tayang di bioskop Indonesia.
Kendati begitu, filmnya sempat ditayangkan dalam festival film di Indonesia yang dibuat terbatas. Selain itu, film ini juga disukai di luar negeri, salah satunya diputar di Festival Film Internasional Rotterdam 2012.
4. Jagal (2012)
Foto:Final Cut for Real
Film dokumenter dengan judul bahasa Inggris The Act of Killing ini mengambil sudut pandang kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan oleh para preman terhadap mereka yang diduga terlibat dalam PKI. Alih-alih dianggap sebagai pembunuh, mereka malah dianggap sebagai pahlawan.
Film ini juga dilarang tayang di jaringan bioskop Indonesia karena isunya yang sensitif. Meski begitu, filmnya sempat diputar di forum-forum terbatas di dalam negeri.
Film ini juga memiliki peminat yang tinggi di luar negeri. Bahkan mendapat penghargaan British Academy Film and Television Arts Awards 2013.
5. Prison and Paradise (2010)
Foto: via Indonesian Film Center
Film yang sempat masuk dalam nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik Piala Citra 2011 ini terpaksa dicabut karena LSF menyatakan film tersebut tidak lulus sensor.
Film yang mengangkat kisah tragis Bom Bali berdasarkan perspektif teroris yang terlibat didalamnya ini mendapat banyak kecaman. Penyebabnya adalah karena dianggap sebagai propaganda yang dapat menyesatkan bagi masyarakat Indonesia. Meski begitu, filmnya masuk sebagai nomine film dokumenter terbaik FFI.
Lihat Juga :