Divonis Kanker sebelum Meninggal, Hilbram Dunar Sempat Tutupi Penyakitnya dari Sahabat karena Alasan Ini
Minggu, 31 Maret 2024 - 18:25 WIB
Namun, Hilbram merahasiakan soal penyakitnya dari para sahabat sekitar dua minggu.
Anya Dwinov menyebut, Hilbram sengaja menutupi soal penyakitnya karena tak ingin membuat para sahabat bersedih. Hilbram ingin menjaga perasaan orang-orang terdekatnya.
"Tapi Hilbram masih nge-keep sampai tanggal 30 Oktober 2023 baru dia mulai pelan-pelan ngomong. Dia jaga untuk reaksi temen-temannya gimana, dia pilih temen-temennya yang dia rasa mungkin kuat untuk nerima berita ini. Tapi, itulah Hilbram selalu mikirin tindaknya gimana efeknya ke orang lain," ungkap Anya Dwinov.
Anya juga mengungkapkan bahwa dirinya dan para sahabat lain sempat protes karena tidak diberi tahu soal penyakit Hilbram. Namun, mereka menghargai keputusan Hilbram dan keluarga.
"Kita temen-temennya sempet marah, kenapa di keep dari kita? Tapi ya itu keputusannya dan keluarga, kita ikutin. Cuma kita sempat ada 'Bram jangan sendirian hadapi ini'. Tapi Bram selalu mikirin efeknya ke orang lain gimana," ungkapnya.
Anya Dwinov pun merasa terharu melihat banyak orang yang berkumpul untuk mendatangi rumah duka dan mengantar Hilbram ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Anya Dwinov menyebut, Hilbram sengaja menutupi soal penyakitnya karena tak ingin membuat para sahabat bersedih. Hilbram ingin menjaga perasaan orang-orang terdekatnya.
"Tapi Hilbram masih nge-keep sampai tanggal 30 Oktober 2023 baru dia mulai pelan-pelan ngomong. Dia jaga untuk reaksi temen-temannya gimana, dia pilih temen-temennya yang dia rasa mungkin kuat untuk nerima berita ini. Tapi, itulah Hilbram selalu mikirin tindaknya gimana efeknya ke orang lain," ungkap Anya Dwinov.
Anya juga mengungkapkan bahwa dirinya dan para sahabat lain sempat protes karena tidak diberi tahu soal penyakit Hilbram. Namun, mereka menghargai keputusan Hilbram dan keluarga.
"Kita temen-temennya sempet marah, kenapa di keep dari kita? Tapi ya itu keputusannya dan keluarga, kita ikutin. Cuma kita sempat ada 'Bram jangan sendirian hadapi ini'. Tapi Bram selalu mikirin efeknya ke orang lain gimana," ungkapnya.
Anya Dwinov pun merasa terharu melihat banyak orang yang berkumpul untuk mendatangi rumah duka dan mengantar Hilbram ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Lihat Juga :