Kasus Demam Berdarah di Singapura Melonjak 2 Kali Lipat, 7 Orang Meninggal Dunia

Senin, 01 April 2024 - 11:26 WIB
“Yang mengkhawatirkan adalah tahun ini kita melihat peningkatan jumlah kasus,” kata Sekretaris Parlemen Senior NEA Baey Yam Keng dikutip channel news asia, Senin (1/4/2024).

“Kami memiliki lebih dari 300 kasus demam berdarah mingguan pada kuartal pertama ini,” ucap Baey Yam Keng lagi.

Populasi nyamuk Aedes aegypti juga tetap tinggi, dengan jumlah habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes yang ditemukan di pemukiman pada Januari dua kali lipat dibandingkan Januari 2023.

Dalam pembaruan terkini di situs web NEA, terdapat 27 klaster demam berdarah di bawah tingkat kewaspadaan “merah” pada 28 Maret, merujuk pada wilayah berisiko tinggi dengan 10 kasus atau lebih.

Ada empat serotipe virus dengue yang beredar di Singapura, kata NEA dalam situsnya. Serotipe virus dengue 2 (DENV-2) mendominasi sejak September 2023, dengan dominasi periodik DENV-1 dan DENV-3 sebelumnya pada 2023.

“Populasi kami di Singapura juga memiliki kekebalan yang rendah terhadap keempat serotipe virus dengue,” kata NEA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!