Gejala DBD pada Anak yang Harus Diwaspadai, Orang Tua Wajib Tahu
Kamis, 04 April 2024 - 18:08 WIB
Menurut Gina, beberapa gejala di antaranya setelah digigit nyamuk, anak dapat mengalami demam tinggi 3 sampai 14 hari, mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada otot dan pegal linu di seluruh tubuh, muncul ruam kemerahan pada kulit, serta pembengkakan pada kelenjar getah bening.
“Demam Berdarah Dengue (DBD) mengakibatkan dampak yang semakin parah dalam tubuh anak karena adanya perembesan plasma darah dengan gejala yang terlihat seperti bengkak, sesak, perut besar, dan beberapa pendarahan spontan pada sejumlah bagian tubuh,” urai Gina.
Gina menjelaskan, munculnya gejala DBD yang sudah parah tersebut karena keterlambatan penanganan sekaligus imunitas anak masih tidak kuat melawan paparan virus, serta anak dengan komorbit seperti obesitas, meski telah mendapatkan penanganan medis. Gejala pada anak biasanya dimulai antara 24 sampai 48 jam atau panas hari ke-4 menjelang hari ke-5.
“Setelah penurunan suhu tubuh mulai terjadi, beberapa gejala akan muncul seperti sakit perut atau perut terasa nyeri saat ditekan, perubahan suhu tubuh dari demam menjadi hipotermia, tangan dan kaki dingin dan pucat, muntah darah atau feses berdarah, mimisan, gusi berdarah tanpa sebab, trombosit dalam darah mengalami penurunan, kerja organ limpa mengalami kerusakan,” bebernya.
Gina juga menegaskan, jika anak sudah pada tahap ini, dia akan merasa lelah, gelisah, mudah tersinggung, dan mudah marah. Akan ditemukan adanya bocoran plasma saat dilakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan untuk para Pemudik, Waspadai Kematian Mendadak
“Demam Berdarah Dengue (DBD) mengakibatkan dampak yang semakin parah dalam tubuh anak karena adanya perembesan plasma darah dengan gejala yang terlihat seperti bengkak, sesak, perut besar, dan beberapa pendarahan spontan pada sejumlah bagian tubuh,” urai Gina.
Gina menjelaskan, munculnya gejala DBD yang sudah parah tersebut karena keterlambatan penanganan sekaligus imunitas anak masih tidak kuat melawan paparan virus, serta anak dengan komorbit seperti obesitas, meski telah mendapatkan penanganan medis. Gejala pada anak biasanya dimulai antara 24 sampai 48 jam atau panas hari ke-4 menjelang hari ke-5.
“Setelah penurunan suhu tubuh mulai terjadi, beberapa gejala akan muncul seperti sakit perut atau perut terasa nyeri saat ditekan, perubahan suhu tubuh dari demam menjadi hipotermia, tangan dan kaki dingin dan pucat, muntah darah atau feses berdarah, mimisan, gusi berdarah tanpa sebab, trombosit dalam darah mengalami penurunan, kerja organ limpa mengalami kerusakan,” bebernya.
Gina juga menegaskan, jika anak sudah pada tahap ini, dia akan merasa lelah, gelisah, mudah tersinggung, dan mudah marah. Akan ditemukan adanya bocoran plasma saat dilakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan untuk para Pemudik, Waspadai Kematian Mendadak
Lihat Juga :