Cerita Kak Seto Jadi Gelandangan hingga Tidur di Tempat Sampah saat Pertama Merantau ke Jakarta
Kamis, 18 April 2024 - 20:53 WIB
Baca Juga: Sopir Bus Viral yang Ajak Penumpang Makan saat Lebaran Dapat Rp100 Juta dari Netizen
“Karena saya percaya negeri ini butuh lebih banyak lagi sahabat anak. Tidak hanya dapat menaruh tanggung jawab pada satu individu saja yang tentu tak luput dari ketidaksempurnaan,” lanjut Kak Seto.
Melalui postingannya itu, Kak Seto turut mengutarakan permohonan maaf jika ada kekurangan selama berkecimpung di dunia anak. Meski begitu, ia ingin mengajak siapa pun untuk bersama-sama berkarya demi kepentingan terbaik bagi anak-anak Indonesia.
“Saya pun tak lupa mohon maaf bila apa yang telah saya persembahkan di dunia anak-anak selama ini masih penuh dengan kekurangan. Mari kita erat bergandeng tangan untuk terus berkarya demi kepentingan terbaik bagi anak-anak Indonesia tercinta,” kata dia.
Menariknya, postingan tersebut juga menampilkan video Kak Seto ketika ‘menyamar’ menjadi seorang gelandangan, lengkap dengan pakaian lusuh dan sobek-sobek yang ia kenakan. Bahkan, untuk bernostalgia, Kak Seto sampai turun keliling ke beberapa jalan untuk mengumpulkan barang rongsokan hingga ke pusat pembuangan sampah.
“Karena saya percaya negeri ini butuh lebih banyak lagi sahabat anak. Tidak hanya dapat menaruh tanggung jawab pada satu individu saja yang tentu tak luput dari ketidaksempurnaan,” lanjut Kak Seto.
Melalui postingannya itu, Kak Seto turut mengutarakan permohonan maaf jika ada kekurangan selama berkecimpung di dunia anak. Meski begitu, ia ingin mengajak siapa pun untuk bersama-sama berkarya demi kepentingan terbaik bagi anak-anak Indonesia.
“Saya pun tak lupa mohon maaf bila apa yang telah saya persembahkan di dunia anak-anak selama ini masih penuh dengan kekurangan. Mari kita erat bergandeng tangan untuk terus berkarya demi kepentingan terbaik bagi anak-anak Indonesia tercinta,” kata dia.
Menariknya, postingan tersebut juga menampilkan video Kak Seto ketika ‘menyamar’ menjadi seorang gelandangan, lengkap dengan pakaian lusuh dan sobek-sobek yang ia kenakan. Bahkan, untuk bernostalgia, Kak Seto sampai turun keliling ke beberapa jalan untuk mengumpulkan barang rongsokan hingga ke pusat pembuangan sampah.
(tsa)
Lihat Juga :