Flu Misterius Mirip Covid-19 Menyerang Argentina, Pasien Butuh Bantuan Pernapasan
Sabtu, 20 April 2024 - 12:30 WIB
Baca Juga: Perbedaan Gejala Flu Singapura dan Flu Biasa
Psittacosis, juga dikenal sebagai ornithosis atau demam burung beo. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri chlamydophila psittaci dan dikaitkan dengan burung seperti parkit, burung beo, dan cockatiel.
Spesies unggas lainnya, termasuk kalkun, bebek, merpati, dan burung pegar juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Orang dapat terinfeksi jika menghirup debu yang mengandung bakteri tersebut, yang tersebar dalam jumlah besar melalui kotoran dan sekresi burung yang terinfeksi.
Jika tidak diobati, infeksinya bisa berakibat fatal. Pakar penyakit menular Profesor Paul Hunter dari Universitas East Anglia, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan apakah psittacosis adalah satu-satunya masalah.
Dia mengatakan ini merupakan hal yang tidak biasa. Namun bukan hal yang tidak pernah terjadi, jika dua patogen berbeda menyebabkan wabah penyakit pernapasan parah secara bersamaan.
Psittacosis, juga dikenal sebagai ornithosis atau demam burung beo. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri chlamydophila psittaci dan dikaitkan dengan burung seperti parkit, burung beo, dan cockatiel.
Spesies unggas lainnya, termasuk kalkun, bebek, merpati, dan burung pegar juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Orang dapat terinfeksi jika menghirup debu yang mengandung bakteri tersebut, yang tersebar dalam jumlah besar melalui kotoran dan sekresi burung yang terinfeksi.
Jika tidak diobati, infeksinya bisa berakibat fatal. Pakar penyakit menular Profesor Paul Hunter dari Universitas East Anglia, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan apakah psittacosis adalah satu-satunya masalah.
Dia mengatakan ini merupakan hal yang tidak biasa. Namun bukan hal yang tidak pernah terjadi, jika dua patogen berbeda menyebabkan wabah penyakit pernapasan parah secara bersamaan.
Lihat Juga :