Angela Tanoesoedibjo Buka Acara UN Tourism, Dihadiri Tokoh Perempuan di Industri Pariwisata Asia Pasifik
Jum'at, 03 Mei 2024 - 13:57 WIB
Angela pun merasa senang bisa menjadi salah satu pembicara pada konferensi tersebut karena membahas peran integral perempuan dalam industri pariwisata dan mendorong kurva yang berkelanjutan serta inklusif. Yang terpenting, kata Angela, ada dialog untuk menjadi tindakan nyata dan menciptakan kemajuan di sektor pariwisata hingga pemberdayaan perempuan.
"Banyaknya peluang yang diberikan akan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi di sektor tersebut. Pariwisata merupakan salah satu jawaban atas kesenjangan ketidaksetaraan gender," ujar Wamenparekraf.
Dijelaskan Angela Tanoesoedibjo, pemberdayaan perempuan juga bukan sekadar pencapaian kesetaraan dan hak asasi manusia, namun pemberdayaan perempuan harus menghasilkan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan.
"Penelitian dari IMF menunjukkan bahwa dengan mempersempit kesenjangan umum di pasar tenaga kerja dapat meningkatkan PDB di negara-negara berkembang sebesar hampir 8 persen. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari pengurangan kesenjangan gender hasilnya akan lebih besar lagi, yaitu meningkatkan PDB di negara-negara tersebut rata-rata sebesar 23 persen," kata Angela.
Wamenparekraf mengungkap, Indonesia berada di peringkat 87 dalam kesenjangan gender global, yang menunjukkan bahwa kesetaraan gender di Tanah Air telah mencapai 69,7 persen. Melihat tantangan global, kata Angela, maka perlu ada percepatan dengan memberdayakan berbagai potensi yang ada.
"Banyaknya peluang yang diberikan akan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi di sektor tersebut. Pariwisata merupakan salah satu jawaban atas kesenjangan ketidaksetaraan gender," ujar Wamenparekraf.
Dijelaskan Angela Tanoesoedibjo, pemberdayaan perempuan juga bukan sekadar pencapaian kesetaraan dan hak asasi manusia, namun pemberdayaan perempuan harus menghasilkan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan.
"Penelitian dari IMF menunjukkan bahwa dengan mempersempit kesenjangan umum di pasar tenaga kerja dapat meningkatkan PDB di negara-negara berkembang sebesar hampir 8 persen. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari pengurangan kesenjangan gender hasilnya akan lebih besar lagi, yaitu meningkatkan PDB di negara-negara tersebut rata-rata sebesar 23 persen," kata Angela.
Wamenparekraf mengungkap, Indonesia berada di peringkat 87 dalam kesenjangan gender global, yang menunjukkan bahwa kesetaraan gender di Tanah Air telah mencapai 69,7 persen. Melihat tantangan global, kata Angela, maka perlu ada percepatan dengan memberdayakan berbagai potensi yang ada.
(tdy)
Lihat Juga :