3 Penyakit Warga Gaza Akibat Agresi Israel sejak 7 Oktober 2023

Minggu, 26 Mei 2024 - 18:27 WIB
Di dua pusat layanan kesehatan umum yang dijalankan oleh MSF di wilayah Al-Shaboura dan Al-Mawasi, ada rata-rata 5.000 konsultasi medis setiap minggu. Banyak di antaranya terkait dengan kondisi kehidupan masyarakat yang di bawah standar. Lebih dari 40 persen konsultasi ini diperuntukkan bagi pasien yang menderita infeksi saluran pernapasan atas.

Di klinik MSF tersebut, pasien yang berobat karena hipertensi, diabetes, asma, epilepsi, dan kanker juga semakin meningkat. Jika kondisi mereka memburuk dan memerlukan pengobatan atau peralatan khusus yang notabene semakin sulit didapatkan di Gaza, diprediksi para pasien ini akan terancam meninggal dunia.

Sementara itu, kantor media pemerintah Gaza belum lama ini juga melaporkan lebih dari satu juta kasus penyakit menular terjadi akibat pengungsian massal di Jalur Gaza.

Menurut kantor media tersebut, ada sekitar 1.089.000 kasus penyakit menular dan 8.000 kasus hepatitis C tercatat di Gaza. Selain itu, ada 10.000 pasien kanker yang berisiko meninggal dan sangat membutuhkan perawatan medis.

2. Malnutiri

Antara Januari hingga Maret 2024, MSF mencatat telah merawat 216 anak balita yang menderita malnutrisi akut, sedang, hingga berat. Kondisi ini, menurut MSF, hampir tidak ada sebelum agresi Israel.

Karena rumah sakit kewalahan menangani pasien trauma, orang-orang dengan kebutuhan medis lain seperti wanita hamil dengan komplikasi dan pasien yang menderita penyakit kronis, sering kali tidak bisa menerima perawatan yang mereka perlukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!