10 Tren Fesyen dari Era Victoria hingga Modern: Cerminan Sejarah dan Fenomena Sosial

Selasa, 11 Juni 2024 - 15:56 WIB




Foto: Eaton

Pecahnya Perang Dunia II pada 1940-an mempengaruhi tren fesyen dengan gaya yang lebih maskulin. Para perempuan dipaksa untuk menggantikan peran pria dalam berbagai pekerjaan, dan ini tercermin dalam pakaian mereka.

Keterbatasan sumber daya juga membuat fesyen menjadi lebih monoton, dengan blazer dan pakaian yang terinspirasi dari seragam militer menjadi populer.

5. Tren Fesyen 1950-an: Kembali ke Feminin





Foto: Bellatory

Setelah perang, tahun 1950-an menandai kembalinya gaya feminin dengan rok mengembang atau rok poodle sebagai salah satu item paling populer.

Warna-warna cerah dan siluet yang dramatis menjadi ciri khas era ini, sebagai bentuk ‘balas dendam’ para perempuan setelah harus mengenakan pakaian monoton selama perang.

6. Tren Fesyen 1960-an: Inspirasi dari Figur Publik





Foto: Getty Images

Tahun 1960-an masih mempertahankan beberapa elemen dari era sebelumnya, tetapi mulai melihat inspirasi dari figur publik, terutama Jacqueline ‘Jackie’ Kennedy.

Jackie dikenal karena kemampuannya menggabungkan gaya feminim pada era 1950-an dengan elemen yang lebih modern dan elegan. Ia menciptakan tren yang diikuti oleh banyak perempuan di seluruh dunia.

Setelah kematian suaminya yang menjadi sorotan global, baju yang dikenakan Jackie pada peristiwa nahas itu juga ikut menjadi tren fesyen dunia. Blazer dan rok set berwarna pink yang dikenakan Jackie menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di seluruh dunia.

Setelan tersebut, yang sekarang dikenal sebagai salah satu ikon mode paling terkenal, menggambarkan keberanian dan ketabahan Jackie dalam menghadapi tragedi besar.

7. Tren Fesyen 1970-an: Kebebasan Ekspresi





Foto: Shutterstock

Memasuki tahun 1970-an, tren fesyen kembali berubah dengan cepat. Era ini dikenal dengan gaya yang lebih bebas dan ekspresif, mencerminkan perubahan sosial yang terjadi pada saat itu.

Hippie jadi salah satu subkultur yang sangat berpengaruh, dengan pakaian yang longgar, celana bell-bottom, kain tie-dye, dan motif bunga. Fesyen era ini juga mencerminkan semangat kebebasan dan pemberontakan terhadap norma-norma tradisional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!