Dr. Purwati, Ahli Stem Cell dari Unair Sabet WIPO Award for Inventor
Rabu, 12 Juni 2024 - 02:30 WIB
Baca Juga: Anang Hermansyah Disoraki Suporter Gegara Nyanyi usai Laga Timnas Indonesia vs Filipina, Disebut Merusak Momen
“Jadi bisa dibilang, sel punca ini masih banyak yang bisa diteliti, karena memang sifatnya yang sangat adaptif. Sel punca bisa berubah dan beregenerasi sesuai garisnya. Karena itulah, sejauh ini sel punca bisa digunakan untuk penanganan berbagai penyakit, dari penyakit degenerative, imbalance immune system maupun cancer. Serta penelitian di bidang genomic termasuk didalamnya gene engineering Insya Allah bermanfaat untuk diagnostic dini cancer, presisi obat dan juga untuk mengobati cancer dan penyakit-penyakit genetik lainnya,” sambungnya.
Dengan raihan penghargaan ini, dr. Purwati juga berharap masyarakat bisa lebih mengenal terapi sel punca sebagai upaya pengobatan yang non-invasif, efektif dan aman.
“Kami juga di Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga terus melakukan penelitian dan inovasi-inovasi terkait terapi stem cell, dan garis besarnya kami temukan bahwa teknologi ini aman, halal, efektif dan beresiko rendah. Karenanya saya sendiri berharap agar masyarakat bisa lebih banyak mengenal stem cell secara lebih jauh dan memanfaatkan stem cell di dalam negeri untuk mencegah capital flight,” demikian dr. Purwati.
"Saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi kepada bapak ibu pemangku kepentingan terkait kekayaan intelektual yang telah menjadi mitra kerja kami untuk memberikan kontribusi pembangunan nasional. Harapan saya ikatan kuat yang telah terjalin antara Kemenkumham dengan berbagai kementerian/lembaga, kreator, inventor dan stakeholder terutama pengimplementasian kekayaan intelektual dapat dipertahankan dan ditingkatkan bersama," ungkap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly.
“Jadi bisa dibilang, sel punca ini masih banyak yang bisa diteliti, karena memang sifatnya yang sangat adaptif. Sel punca bisa berubah dan beregenerasi sesuai garisnya. Karena itulah, sejauh ini sel punca bisa digunakan untuk penanganan berbagai penyakit, dari penyakit degenerative, imbalance immune system maupun cancer. Serta penelitian di bidang genomic termasuk didalamnya gene engineering Insya Allah bermanfaat untuk diagnostic dini cancer, presisi obat dan juga untuk mengobati cancer dan penyakit-penyakit genetik lainnya,” sambungnya.
Dengan raihan penghargaan ini, dr. Purwati juga berharap masyarakat bisa lebih mengenal terapi sel punca sebagai upaya pengobatan yang non-invasif, efektif dan aman.
“Kami juga di Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga terus melakukan penelitian dan inovasi-inovasi terkait terapi stem cell, dan garis besarnya kami temukan bahwa teknologi ini aman, halal, efektif dan beresiko rendah. Karenanya saya sendiri berharap agar masyarakat bisa lebih banyak mengenal stem cell secara lebih jauh dan memanfaatkan stem cell di dalam negeri untuk mencegah capital flight,” demikian dr. Purwati.
"Saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi kepada bapak ibu pemangku kepentingan terkait kekayaan intelektual yang telah menjadi mitra kerja kami untuk memberikan kontribusi pembangunan nasional. Harapan saya ikatan kuat yang telah terjalin antara Kemenkumham dengan berbagai kementerian/lembaga, kreator, inventor dan stakeholder terutama pengimplementasian kekayaan intelektual dapat dipertahankan dan ditingkatkan bersama," ungkap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly.
Lihat Juga :