Benarkah Orang yang Pernah Terkena DBD Tak Akan Terpapar Lagi?

Kamis, 27 Juni 2024 - 10:20 WIB
“Di negara atau wilayah dengan tingkat penularan DBD yang tinggi, anak-anak dan orang dewasa muda cenderung menjadi yang paling terkena dampaknya, dengan angka kematian lebih tinggi pada anak-anak,” ujar dr Sri Rezeki dalam acara Indonesia Dengue Summit yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta (IDAI JAYA) dan PT Takeda Innovative Medicines di Jakarta, baru-baru ini.

Dokter Sri Rezeki menyayangkan hingga saat ini masih banyak terjadi miskonsepsi tentang DBD di tengah masyarakat. Mereka menganggap penyakit DBD tidak berbahaya.

Selain itu tidak sedikit juga masyarakat yang berpikir ketika sudah pernah terkena DBD, maka mereka aman dan menjadi kebal. Hal tersebut dibantah oleh dr. Sri.

“Padahal, tidak begitu. Masyarakat perlu memahami bahwa virus dengue terdiri dari empat serotipe. Di mana apabila seseorang telah terjangkit satu serotipe, mereka masih bisa terjangkit serotipe yang lain, dan infeksi yang kedua dan seterusnya berpotensi lebih parah. Bahkan bisa menyebabkan kematian,” papar dr. Sri.

Untuk itu, lanjut dr. Sri, perlu adanya tindakan pencegahan yang terintegrasi guna melawan DBD, seperti melalui pengendalian vektor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!