Bakteri Pemakan Daging Mewabah di Jepang, Kemenkes Pastikan Indonesia Aman

Jum'at, 28 Juni 2024 - 16:00 WIB
Bakteri ini dijuluki pemakan daging karena dapat menghancurkan kulit, lemak, dan jaringan di sekitar otot dalam waktu singkat. Penularan STSS terjadi melalui pernapasan dan droplet atau percikan ludah serta lendir dari penderita.

Kasus STSS yang dilaporkan di Jepang umumnya muncul dengan gejala faringitis atau peradangan pada tenggorokan atau faring. Infeksi bakteri ini bisa berakibat fatal karena pasien dapat mengalami sepsis dan gagal multiorgan.

Namun, penyebabnya masih belum diketahui secara pasti karena gejala STSS biasanya ringan. Selain itu, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Di sisi lain, Jepang telah melaporkan kasus infeksi bakteri pemakan daging ini dalam sistem notifikasi surveilans sejak 1999. Pada 2023, terdapat 941 kasus, dan angka ini meningkat menjadi 977 kasus pada Juni 2024.

Baca Juga: Cara Mencegah Infeksi Bakteri Pemakan Daging yang Lagi Mewabah di Jepang

Meskipun mengkhawatirkan, tingkat penyebaran STSS dipastikan jauh lebih rendah dibandingkan dengan Covid-19. Sebagai bentuk pencegahan, masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup sehat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!