Izin Dipermudah, Sandiaga Uno Dorong Makassar Jadi Episentrum Festival Musik Asia Tenggara

Minggu, 30 Juni 2024 - 22:44 WIB
“Presiden menyampaikan bahwa masa kita ketinggalan dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia, dibandingkan negara-negara lain di Asia. Kita belum bisa menghadirkan event internasional. Beliau memberikan contoh konser Taylor Swift di Singapura,” kata Sandiaga.

Sandiaga juga menyebut, kenapa Taylor Swift bisa menggelar konser 6 hari di Singapura, padahal kalau kita tahu sebetulnya juga mau konser di Indonesia. Namun karena selain tersandung ketersediaan venue, juga masalah perizinan yang superribet. Akhirnya, yang tadinya Singapura cuma dikasih 4 hari diberi tambahan 2 hari, karena Indonesia yang tidak mengambil haknya dan karena keinginan bisa menarik datang ke Indonesia. Karena itu, pemerintah lebih menyederhanakan perizinan dengan peluncuran one event perizinan.

“Dan ini kita harapkan di Makassar. Mari kita bertukar gagasan dan kolaborasi para pegiat musik dan para ahli desain musik wilayah Asia Tenggara untuk bisa menjadikan bukan hanya Jakarta, tapi Makassar episentrum festival musik di Asia Tenggara,” ujar Sandiaga, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sandiaga menambahkan, peluncuran kebijakan baru tersebut langsung mendapat sambutan dunia internasional, bahkan salah satu musisi ternama memutuskan menggelar konser di Jakarta.

“Pada tanggal 24 Juni saya sudah dapat bocoran. Alhamdulillah setelah berjuang cukup lama, Bruno Mars memutuskan untuk konser di Jakarta, bukan hanya satu hari, tapi 2 hari,” katanya.

Dia pun meminta agar dalam setiap event musik tidak hanya mengandalkan musisi luar negeri, namun harus memberikan kesempatan juga untuk berkolaborasi dengan musisi Tanah Air tercinta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!