Perjalanan 55 Tahun, Ajinomoto Perkuat Komitmen untuk Hadirkan Dampak Positif bagi Indonesia
Minggu, 14 Juli 2024 - 02:20 WIB
Bagi Ajinomoto, asupan gizi yang baik merupakan modal penting bagi pertumbuhan generasi masa depan. Anak Indonesia membutuhkan gizi yang lengkap dan seimbang untuk tumbuh kembang mental serta fisik. Sehingga Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang kuat.
School Lunch Program (SLP) menjadi salah satu inisiasi Ajinomoto dalam memperbaiki asupan gizi untuk mencegah masalah malnutrisi pada anak usia sekolah. Mereka berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan menjalankan program SLP yang dilaksanakan di beberapa pesantren.
SLP sudah dijalankan sejak 2018. Melalui program tersebut, didapatkan hasil yang positif dengan adanya penurunan angka anemia santri sebesar 20%, peningkatan asupan gizi 20%, serta peningkatan pengetahuan gizi sebesar 50%.
Tidak hanya peduli anak-anak usia sekolah, Ajinomoto Indonesia juga memperhatikan para lansia melalui Elderly Program. Inisiasi yang pada 2021, dimulai dengan dilakukannya penelitian untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan gizi seimbang, tinggi protein, tetapi rendah garam, gula dan lemak namun lezat, dapat memperbaiki status gizi pada lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidup mereka.
Ajinomoto Indonesia juga konsisten mengadakan rangkaian kegiatan edukasi dengan topik kesehatan mengenai pemanfaatan umami dalam MSG pada makanan. Umami dalam MSG dapat digunakan sebagai penyedap rasa untuk meningkatkan rasa makanan, sehingga membantu mendorong peningkatan asupan gizi dan juga membantu mengurangi penggunaan garam dalam makanan. Penggunanaan MSG pada makanan dapat mendukung strategi diet rendah garam sehingga membantu mengontrol asupan sodium yang berlebihan yang bisa berisiko bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Peran MSG dalam strategi diet rendah garam juga didukung oleh beberapa jurnal-jurnal ilmiah. Dalam jurnal ilmiah tersebut, disebutkan bahwa pengurangan penggunaan garam dapur dan penambahan sedikit MSG pada masakan bisa menurunkan kadar natrium sebanyak 30 persen, sebab kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa. Informasi ini Ajinomoto kemas dalam kampanye Bijak Garam.
School Lunch Program (SLP) menjadi salah satu inisiasi Ajinomoto dalam memperbaiki asupan gizi untuk mencegah masalah malnutrisi pada anak usia sekolah. Mereka berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan menjalankan program SLP yang dilaksanakan di beberapa pesantren.
SLP sudah dijalankan sejak 2018. Melalui program tersebut, didapatkan hasil yang positif dengan adanya penurunan angka anemia santri sebesar 20%, peningkatan asupan gizi 20%, serta peningkatan pengetahuan gizi sebesar 50%.
Tidak hanya peduli anak-anak usia sekolah, Ajinomoto Indonesia juga memperhatikan para lansia melalui Elderly Program. Inisiasi yang pada 2021, dimulai dengan dilakukannya penelitian untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan gizi seimbang, tinggi protein, tetapi rendah garam, gula dan lemak namun lezat, dapat memperbaiki status gizi pada lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidup mereka.
Ajinomoto Indonesia juga konsisten mengadakan rangkaian kegiatan edukasi dengan topik kesehatan mengenai pemanfaatan umami dalam MSG pada makanan. Umami dalam MSG dapat digunakan sebagai penyedap rasa untuk meningkatkan rasa makanan, sehingga membantu mendorong peningkatan asupan gizi dan juga membantu mengurangi penggunaan garam dalam makanan. Penggunanaan MSG pada makanan dapat mendukung strategi diet rendah garam sehingga membantu mengontrol asupan sodium yang berlebihan yang bisa berisiko bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Peran MSG dalam strategi diet rendah garam juga didukung oleh beberapa jurnal-jurnal ilmiah. Dalam jurnal ilmiah tersebut, disebutkan bahwa pengurangan penggunaan garam dapur dan penambahan sedikit MSG pada masakan bisa menurunkan kadar natrium sebanyak 30 persen, sebab kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa. Informasi ini Ajinomoto kemas dalam kampanye Bijak Garam.
Lihat Juga :