Mengenal Apa Itu USG Fetomaternal, Pemeriksaan Janin dengan AI
Rabu, 17 Juli 2024 - 07:00 WIB
Dokter Fransiscus menambahkan, ada periode-periode tertentu selama kehamilan untuk melakukan skrining atau pemeriksaan secara detail, yakni saat trimester satu. Karena saat trimester satu bisa dilihat banyak hal dan bisa prediksi nasib kehamilan selanjutnya.
“Apakah normal atau ada risiko tertentu, seperti risiko pada janin, risiko preeklampsia, hipertensi pada kehamilan dan bisa diprediksi pada kehamilan muda, apakah janinnya bakal kecil atau normal, apakah ada kehamilan prematur atau tidak, itu bisa kita prediksi,” tutur dr. Fransiscus.
Selanjutnya pada periode kedua, saat usia kandungan 20-24 minggu, juga periode tepat dilakukan skrining anomali janin. Untuk melihat struktur organnya normal atau tidak.
“Selebihnya evaluasi perkembangan janin sampai dengan saat menjelang persalinan. selain menentukan kenaikan ini normal atau enggak, risiko atau enggak, termasuk persalinan, mempediksi persalinan normal atau caesar,” papar dr. Fransiscus.
USG Fetomaternal juga perlu dilakukan untuk ibu hamil yang memiliki kehamilan risiko tinggi. Namun, bukan berarti yang tidak memiliki risiko tinggi tak bisa melakukan pemeriksaan USG Fetomaternal. Kehamilan dengan risiko tinggi antara lain hamil anak kembar, hamil dengan bayi Intrauterine Growth Restriction (IUGR), hingga memiliki penyakit infeksi HIV/TORCH.
USG Fetomaternal National Hospital dilengkapi perangkat USG Voluson Expert 22. Di dalam USG Voluson Expert 22 ditunjang dengan tiga teknologi. Membantu pasien mendapatkan hasil USG lebih cepat, deteksi lebih jelas, hingga diagnosis pasien yang lebih baik.
Teknologi pertama yakni beamformer berbasis grafis dengan opsi pengguna yang bisa disesuaikan dan alat klinis yang didukung artificial intelligence yang membantu menjamin peningkatan konsistensi dalam pemeriksaan dokter.
“Apakah normal atau ada risiko tertentu, seperti risiko pada janin, risiko preeklampsia, hipertensi pada kehamilan dan bisa diprediksi pada kehamilan muda, apakah janinnya bakal kecil atau normal, apakah ada kehamilan prematur atau tidak, itu bisa kita prediksi,” tutur dr. Fransiscus.
Selanjutnya pada periode kedua, saat usia kandungan 20-24 minggu, juga periode tepat dilakukan skrining anomali janin. Untuk melihat struktur organnya normal atau tidak.
“Selebihnya evaluasi perkembangan janin sampai dengan saat menjelang persalinan. selain menentukan kenaikan ini normal atau enggak, risiko atau enggak, termasuk persalinan, mempediksi persalinan normal atau caesar,” papar dr. Fransiscus.
USG Fetomaternal juga perlu dilakukan untuk ibu hamil yang memiliki kehamilan risiko tinggi. Namun, bukan berarti yang tidak memiliki risiko tinggi tak bisa melakukan pemeriksaan USG Fetomaternal. Kehamilan dengan risiko tinggi antara lain hamil anak kembar, hamil dengan bayi Intrauterine Growth Restriction (IUGR), hingga memiliki penyakit infeksi HIV/TORCH.
USG Fetomaternal National Hospital dilengkapi perangkat USG Voluson Expert 22. Di dalam USG Voluson Expert 22 ditunjang dengan tiga teknologi. Membantu pasien mendapatkan hasil USG lebih cepat, deteksi lebih jelas, hingga diagnosis pasien yang lebih baik.
Teknologi pertama yakni beamformer berbasis grafis dengan opsi pengguna yang bisa disesuaikan dan alat klinis yang didukung artificial intelligence yang membantu menjamin peningkatan konsistensi dalam pemeriksaan dokter.
Lihat Juga :