12 Band Populer Dunia yang Personelnya Saling Membenci

Kamis, 18 Juli 2024 - 09:37 WIB

7. Pink Floyd

Meningkatnya ketegangan antara anggota band Pink Floyd, yakni David Gilmour dan Roger Waters menyebabkan grup ini bubar, bersamaan dengan perselisihan hukum yang terjadi.

8. Kiss

Ace Frehley dan Peter Criss keluar dari band pada 1980-an. Alasanya karena perbedaan pendapat dengan Gene Simmons dan Paul Stanley. Terjadi pertukaran kata-kata kotor yang mencolok dan Stanley menuduh mereka melakukan rasisme.

9. Van Halen

Eddie Van Halen dan David Lee Roth terus mengalami ketegangan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Sang gitaris menuduh penyanyi itu belum dewasa, bahkan jauh setelah masa kejayaannya.

"Persepsi Roth terhadap dirinya berbeda dengan dirinya yang sebenarnya. Kita bukan lagi berusia 20-an. Kita berusia 60-an. Bertingkahlah seolah-olah Anda berusia 60-an," kata mendiang gitaris itu.

10. Blink 182

Gitaris Tom DeLonge tampaknya memiliki hubungan yang tegang dengan Travis Barker dan Mark Hoppus. Dia keluar pada 2005 dan kembali pada 2009, namun hubungan mereka akhirnya hancur. Pada 2015, band ini berjalan tanpa DeLonge. Tahun-tahun berlalu dan yang mengejutkan para penggemar, band ini mengumumkan bahwa DeLonge kembali pada 2023 dan mengumumkan tur baru dan single berjudul "One More Time..."



11. Rage Against the Machine

Pada 2000, vokalis utama Rage Against the Machine, Zack de la Rocha meninggalkan band karena mengungkapkan ketidakpuasannya.

"Proses pengambilan keputusan band ini telah gagal total," klaimnya.

“Ini tidak lagi memenuhi aspirasi kami berempat sebagai sebuah band, dan dari sudut pandang saya, telah merusak cita-cita artistik dan politik kami,” ujar dia lagi.

Baca Juga: Audisi Indonesian Idol XIII di Solo, Mahasiswa UGM Sukses Melenggang ke Jakarta

12. Guns N' Roses

Guns N' Roses (GNR) mempunyai banyak drama, mulai dari pemecatan drummer Steven Adler hingga kepergian anggota inti, Izzy Stradlin. Namun, perseteruan yang berkelanjutan antara Axl Rose dan Slash-lah yang akhirnya menyebabkan Guns N' Roses bubar.

Guns N' Roses mendapatkan popularitas pada akhir 1980-an dan mengalami kesuksesan besar pada 1990-an. Tingkah laku Axl yang nakal, seperti ceroboh datang terlambat ke pertunjukan, semakin memperkuat ketenaran band tersebut. Namun, konflik antar kelompok meningkat, yang pada akhirnya menyebabkan kejatuhan mereka. Slash meninggalkan band pada 1996. Namun, terlepas dari segala rintangan, Guns N' Roses mengejutkan semua orang dengan bersatu kembali pada 2016.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!