Sejarah Munculnya Tiga Budaya Utama di Dunia, Termasuk Budaya Pop

Senin, 24 Agustus 2020 - 22:00 WIB


Foto: ziliun.com

Munculnya kebudayaan avant-grade dalam masyarakat industri Eropa membuat sebuah gejala kebudayaan baru. Gejala ini oleh orang Jerman disebut kitsch.

Dalam buku "Kebudayaan (populer)(di sekitar) Kita" karya Sapardi Djoko Damono, kitsch mencakup seni dan sastra komersial dan populer seperti gambar depan majalah, fiksi picisan, komik, musik "jreng-jreng", dan semua film buatan Hollywood.

Pada masa revolusi industri di Eropa, terjadi urbanisasi yang cukup besar. Para penduduk desa berbondong-bondong pindah ke kota untuk bekerja. (Baca Juga: Sejarah Hari Perempuan Internasional, Bermula dari Aksi Buruh )

Para petani yang bermukim di kota sebagai proletar tidak punya kebudayaan yang kuat dalam dirinya. Kebudayaan rakyat dari desa belum mengakar dalam diri mereka.

Mereka juga tidak bisa mengikuti kebudayaan elite perkotaan karena ternyata mereka tidak punya cukup waktu luang dan kesadaran akan melek huruf dan melek seni.

Kebosanan yang mereka hadapi di perkotaan menimbulkan gejala baru yang disebut kitsch. Kaum proletar yang jumlahnya cukup banyak ini kemudian meniru dan meramu kebudayaan mereka sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!