Penjelasan Ending Film Kabut Berduri, Daftar Korban dan Pembunuhnya

Kamis, 01 Agustus 2024 - 18:52 WIB

2. Kepala di Tempat Persembunyian Pak Bujang adalah Kepala Juwing





Foto: Netflix

Polisi hanya menemukan tubuh Juwing yang tanpa kepala. Kepala sang aktivis ini tampaknya disimpan Pak Bujang, meski bukan ia yang membunuhnya.

Ada kemungkinan, motifnya menyimpan kepala itu adalah untuk mengurus mayatnya lebih layak, seperti yang akan ia lakukan untuk jasad Thomas yang kepalanya juga terpotong.

3. Agam dan Panca adalah Bagian dari Sindikat Perdagangan Manusia





Foto: Netflix

Agam diceritakan adalah orang kaya yang punya banyak bisnis. Nah, salah satu bisnisnya ternyata adalah perdagangan manusia.

Panca sebagai kepala polisi melindungi bisnis Agam. Adapun Umi adalah kaki tangan Agam. Untuk melancarkan 'bisnis melindungi' tersebut, Panca menyuap para polisi, termasuk Thomas.

Meski begitu, Thomas tak pernah tahu persis jenis bisnis yang dijalankan Panca. Sampai akhirnya ia mengetahuinya saat mereka bepergian berdua jelang akhir cerita. Inilah yang membuat nyawa Thomas berakhir di tangan Panca.

4. Kematian Pak Bujang





Foto: Netflix

Kematian Pak Bujang masih penuh misteri. Tak bisa diketahui secara pasti sosok pembunuhnya.

Meski begitu, ada dua kemungkinan yang muncul. Pertama, ia dibunuh oleh sindikat perdagangan manusia.

Meski Agam telah mati, tapi sebuah sindikat bekerja secara sistematis. Jadi meski petingginya ada yang mati, sistemnya tetap bisa dijalankan oleh orang lain.

Sangat mungkin bahwa Pak Bujang dibunuh oleh orang dalam sindikat perdagangan manusia dengan posisi yang lebih tinggi dari Agam. Tujuannya jelas, agar Pak Bujang tak lagi mengganggu kerja sindikat.

Kemungkinan kedua, ia dibunuh oleh Ambong. Namun sulit untuk menemukan motifnya, kecuali bahwa Pak Bujang pernah membantu militer untuk menumpas komunis.

Meski begitu, sosok Ambong pun juga masih misteri, apakah ia benar ada atau tidak.

5. Identitas Bocah Laki-Laki di Akhir Cerita

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!