#Serunya17an Bareng TikTok: Cerita 3 Kreator Indonesia Dapat Manfaat dari Konten Budaya Daerah
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 09:02 WIB
Membahas mengenai platform TikTok, Kiki menyampaikan bahwa TikTok adalah salah satu platform yang berperan penting dalam membantunya meningkatkan kesadaran tentang isu-isu lingkungan. Ia mengapresiasi sistem rekomendasi konten di TikTok yang mampu mempertemukan kontennya dengan khalayak yang tepat, yaitu orang-orang yang terinspirasi oleh kehidupan masyarakat adat yang ramah lingkungan.
Bintang tamu kedua adalah Ayuan Prawida, yaitu seorang musisi dan kreator siaran langsung di TikTok LIVE asal Pontianak, Kalimantan Barat. Ia giat memopulerkan instrumen musik tradisional khas Dayak, Sape, dengan memainkan lagu-lagu modern yang familier di kalangan anak muda.
"Awalnya coba (TikTok) LIVE untuk iseng-iseng saja. Lalu, aku mulai mencoba membangun kepercayaan diri, karena dulu agak kurang percaya diri untuk tampil. Antusiasme dan apresiasi dari para penonton ternyata sangat positif," ujarnya.
"Mereka antusias dengan hal-hal berbau tradisional, yang menunjukkan rasa cinta komunitas TikTok terhadap budaya itu besar," imbuh Ayuan.
Ia juga mengatakan bahwa melalui siaran Live yang sering ia lakukan di TikTok, namanya semakin dikenal hingga diundang ke berbagai macam acara. Ayuan sempat diundang dan menjadi pengisi acara Gala Dinner World Water Forum di Bali.
Bintang tamu terakhir adalah Kadek Astini. Kadek adalah pengajar dan pemilik Sanggar Pradnya Swari yang mendorong inklusivitas dengan membuka kelas tari tradisional Bali untuk anak dengan disabilitas.
Kadek Astini menjelaskan, awalnya ia membuka kelas untuk memfasilitasi anak dengan disabilitas yang sering dipandang sebelah mata. Iabercerita bahwa dirinya pertama kali mengunggah video tari tradisional Bali bersama suaminya di akun TikTok @sanggar_pradnya_swari.
Bintang tamu kedua adalah Ayuan Prawida, yaitu seorang musisi dan kreator siaran langsung di TikTok LIVE asal Pontianak, Kalimantan Barat. Ia giat memopulerkan instrumen musik tradisional khas Dayak, Sape, dengan memainkan lagu-lagu modern yang familier di kalangan anak muda.
"Awalnya coba (TikTok) LIVE untuk iseng-iseng saja. Lalu, aku mulai mencoba membangun kepercayaan diri, karena dulu agak kurang percaya diri untuk tampil. Antusiasme dan apresiasi dari para penonton ternyata sangat positif," ujarnya.
"Mereka antusias dengan hal-hal berbau tradisional, yang menunjukkan rasa cinta komunitas TikTok terhadap budaya itu besar," imbuh Ayuan.
Ia juga mengatakan bahwa melalui siaran Live yang sering ia lakukan di TikTok, namanya semakin dikenal hingga diundang ke berbagai macam acara. Ayuan sempat diundang dan menjadi pengisi acara Gala Dinner World Water Forum di Bali.
Bintang tamu terakhir adalah Kadek Astini. Kadek adalah pengajar dan pemilik Sanggar Pradnya Swari yang mendorong inklusivitas dengan membuka kelas tari tradisional Bali untuk anak dengan disabilitas.
Kadek Astini menjelaskan, awalnya ia membuka kelas untuk memfasilitasi anak dengan disabilitas yang sering dipandang sebelah mata. Iabercerita bahwa dirinya pertama kali mengunggah video tari tradisional Bali bersama suaminya di akun TikTok @sanggar_pradnya_swari.
Lihat Juga :