Indonesia Kini Punya Produk Insulin Generik, Lebih Murah dan Mudah Dijangkau

Minggu, 25 Agustus 2024 - 05:50 WIB
Meski masih menggunakan bahan baku dari luar, namun dalam proses produksinya, produk insulin generik pertama di Indonesia ini telah melalui serangkaian uji klinis dan melibatkan para tim medis terkait. Tidak terkecuali Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan RI.

“Ada tahapan-tahapan yang dilalui departemen perindustrian. Itu setara dengan obat yang memang dari patennya. Kita nggak tambah (bahan) apa-apa. Artinya, kita dari bahan baku, kita impor, setelah itu kita uji klinis, dilakukan packagingnya dari apa,” terang Mulia Lie dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (24/8/2024).

“Misalnya ada tambahan-tambahnya lain pakai air dari Indonesia, pakai UMKM juga untuk packaging-nya. Tapi obatnya sendiri sama. Tidak ada tambahan bumbu-bumbu atau bahan herbal lain. Jadi harus setara dengan yang paten. Kita dari awal. Bahan kita daftar, terus dilakukan uji, terus dilakukan pengemasan, dan itu ada urutannya,” beber Mulia.

Baca Juga: Berapa Lama Insulin Bekerja saat Diabetes Tipe 2 Menyerang?

Perbedaan Insulin Paten dan Generik

Hal senada dijelaskan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Noffendri Roestam. Ia menyebut, pada dasarnya, insulin paten dan insulin generik memiliki kandungan yang sama.

Noffendri menerangkan, perbedaan utama antara obat paten dan generik bukan pada bahan ataupun kualitas. Namun, apakah obat tersebut masih dalam perlindungan paten oleh perusahaan yang mengembangkannya atau tidak.

Nah, ketika sebuah perusahaan mengembangkan obat baru, biasanya menerima paten yang berlangsung 20 tahun.

“Obat paten itu sebenarnya (pengertiannya) adalah obat yang pertama kali ditemukan, dan biasanya itu didaftarkan hak paten, yang berlakunya bisa sampai 15 sampai 20 tahun,” ujar Noffendri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!