Pemerintah Berencana Aktifkan PeduliLindungi untuk Cegah Cacar Monyet
Rabu, 28 Agustus 2024 - 11:40 WIB
"Jadi bapak Presiden tadi sudah memutuskan kita akan aktifkan lagi Electronic Surveillance Card. Dulu ingat PeduliLindungi," kata Menkes Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 27 Agustus 2024.
"Jadi orang-orang datang dari luar negeri, dia isi. Nanti dikasih QR Code kalau dia kuning, hijau, merah," sambungnya.
Mereka yang masuk kategori merah akan diobservasi lebih lanjut dan menjalani tes PCR di lokasi. Seperti Jakarta, Cengkareng, dan Bali, yang menjadi titik fokus mengingat adanya Konferensi Asia-Afrika Leaders Meeting.
Pemerintah juga telah menyiapkan mesin PCR untuk penanganan cepat terhadap pasien yang terindikasi positif. "Kalau hijau ya nggak usah diapa-apain. Kalau kuning, merah kita lihat suhunya. Kalau ternyata memang tinggi dan ada ruam-ruam nanti diambil PCR," jelasnya.
Baca Juga: Menkes Ungkap Indonesia Sudah Punya Obat untuk Tangani Cacar Monyet
"Kita sudah siapkan dua mesin PCR yang bisa 30-40 menit di Jakarta, Cekareng dan di Bali. Karena ada acara Asia-Afrika Leaders Meeting," tambahnya.
"Jadi orang-orang datang dari luar negeri, dia isi. Nanti dikasih QR Code kalau dia kuning, hijau, merah," sambungnya.
Mereka yang masuk kategori merah akan diobservasi lebih lanjut dan menjalani tes PCR di lokasi. Seperti Jakarta, Cengkareng, dan Bali, yang menjadi titik fokus mengingat adanya Konferensi Asia-Afrika Leaders Meeting.
Pemerintah juga telah menyiapkan mesin PCR untuk penanganan cepat terhadap pasien yang terindikasi positif. "Kalau hijau ya nggak usah diapa-apain. Kalau kuning, merah kita lihat suhunya. Kalau ternyata memang tinggi dan ada ruam-ruam nanti diambil PCR," jelasnya.
Baca Juga: Menkes Ungkap Indonesia Sudah Punya Obat untuk Tangani Cacar Monyet
"Kita sudah siapkan dua mesin PCR yang bisa 30-40 menit di Jakarta, Cekareng dan di Bali. Karena ada acara Asia-Afrika Leaders Meeting," tambahnya.
Lihat Juga :