Angela Tanoesoedibjo Kagumi Museum Tsunami di Banda Aceh, Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
Selasa, 10 September 2024 - 12:20 WIB
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengagumi Museum Tsunami Aceh. Foto/ Instagram
BANDA ACEH - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo melakukan kunjungan kerja ke Banda Aceh untuk menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh, Senin (9/9/2024).
Sebelum menghadiri acara pembukaan, Wamenparekraf Angela berkesempatan mengunjungi Museum Tsunami Aceh yang dibuat untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia.
Wamenparekraf Angela dibuat kagum dengan museum ini, tidak hanya sebagai tanda untuk mengenang saja, juga memberikan edukasi untuk para pengunjung.
"Saya sangat kagum dan ini memberikan kesan yang amat mendalam. Keberadaan museum ini juga memberikan edukasi mengenai bencana alam dan pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan bencana," kata Wamenparekraf Angela.
Museum Tsunami Aceh merupakan warisan budaya dengan referensi utamanya adalah nilai-nilai islam, budaya lokal, dan abstraksi tsunami. Museum yang telah berdiri sejak 26 Desember 2009 itu menjadi salah satu destinasi wisata populer yang dapat dikunjungi kala berkunjung ke Aceh.
Selain menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis sejarah, museum ini juha menyediakan berbagai souvenir kerajinan lokal Aceh yang tentunya bisa membantu memberdayakan para pelaku UMKM.
Sebelum menghadiri acara pembukaan, Wamenparekraf Angela berkesempatan mengunjungi Museum Tsunami Aceh yang dibuat untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia.
Wamenparekraf Angela dibuat kagum dengan museum ini, tidak hanya sebagai tanda untuk mengenang saja, juga memberikan edukasi untuk para pengunjung.
"Saya sangat kagum dan ini memberikan kesan yang amat mendalam. Keberadaan museum ini juga memberikan edukasi mengenai bencana alam dan pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan bencana," kata Wamenparekraf Angela.
Museum Tsunami Aceh merupakan warisan budaya dengan referensi utamanya adalah nilai-nilai islam, budaya lokal, dan abstraksi tsunami. Museum yang telah berdiri sejak 26 Desember 2009 itu menjadi salah satu destinasi wisata populer yang dapat dikunjungi kala berkunjung ke Aceh.
Selain menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis sejarah, museum ini juha menyediakan berbagai souvenir kerajinan lokal Aceh yang tentunya bisa membantu memberdayakan para pelaku UMKM.
Lihat Juga :