Pemerintah Jepang Beri Rp64 Juta untuk Wanita Kota yang Mau Menikah dengan Pria Desa

Jum'at, 13 September 2024 - 09:00 WIB
Sementara itu, ketidakseimbangan dalam pembangunan daerah memperparah krisis dalam kemajuan masyarakat di Jepang. Menurut laporan Migrasi Penduduk Jepang 2023, Tokyo memiliki sekitar 68.000 lebih orang yang datang ke ibu kota daripada yang pindah, dan lebih dari separuhnya adalah perempuan.

Semakin banyak wanita muda yang pindah ke Tokyo untuk mencari peningkatan pendidikan tinggi dan peluang kerja. Migrasi ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan banyaknya rumah kosong di daerah pedesaan. Banyak sekolah dan rumah sakit terpaksa tutup karena defisit populasi.

Karena Tokyo menghadapi peningkatan kepadatan penduduk, masyarakat pedesaan mengalami penurunan populasi yang signifikan, dengan jumlah bayi yang lahir di daerah tersebut semakin berkurang. Banyak anak muda pindah ke Tokyo untuk mencari peluang yang lebih baik.

Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah bermaksud mencapai distribusi populasi dan pembangunan ekonomi yang lebih seimbang di seluruh wilayah. Asahi News melaporkan bahwa inisiatif baru-baru ini menawarkan insentif hingga 600.000 yen bagi wanita yang meninggalkan Tokyo untuk menikah dengan pria di daerah pedesaan.

Baca Juga: 8 Rahasia Panjang Umur Orang Jepang yang Bikin Hidup Lebih Lama dan Sehat

Wanita lajang yang tinggal atau bekerja di 23 kotamadya Tokyo akan memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi tersebut. Cara ini dinilai bisa meningkatkan ekonomi pedesaan. Pada 2019, Jepang juga menawarkan bonus kepada penduduk Tokyo yang pindah ke daerah pedesaan untuk memulai usaha.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!