Jadi Inspirasi, Rebellion Rose dan Fanny Soegi Dicecar soal Musik

Jum'at, 27 September 2024 - 08:35 WIB
DCDC Pengadilan Musik membahas karya-karya para pelaku musik yang berkembang di industri musik Indonesia. DCDC Pengadilan Musik juga menjadi wadah apresiasi karya-karya dari para musisi tanah air, yang dikemas dengan konsep persidangan. Kemasan DCDC Pengadilan Musik tidak sepenuhnya serius, selingan canda dari setiap perangkat sidang bakal turut meramaikan suasana.

Rebellion Rose yang merupakan band asal Yogyakarta ini dianggap membuat ‘ulah’ dengan berbagai karya musik mereka yang dinilai mampu diterima dan menaklukan para pecinta musik rock. Band yang karya musiknya banyak mengusung tema kebersamaan dan memperjuangan suara minoritas ini juga baru saja merilis single anyar bertajuk ‘Dengan Tangan di Dada Ini Janjiku Padamu’.

Para personel Rebellion Rose pun siap menghadapi tantangan dari para perangkat persidangan. Fyan Sinner sang vokalis, menyebut akan berjuang untuk mempertahankan setiap idealisme mereka dalam bermusik.

“Enggak ada pilihan lain. Kami siap untuk memberikan klarifikasi dan mempertahankan semua idealisme kami dalam bermusik,” ungkap Fyan Sinner.

Sementara, Fanny Soegi dianggap ‘meresahkan’ lantaran karakter vokalnya yang khas, musik yang syahdu dan lirik yang puitis, serta punya pesona yang memikat. Sejak memutuskan hengkang dari band dan menjadi solois, kini Fanny baru saja melepas single baru ‘Dharma’ dan ‘Arutala’.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!