Cara TikTok Lindungi Remaja dan Orang Tua agar Keamanan Digitalnya Terjamin

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 19:54 WIB


Foto: Dok. TikTok

Di sisi lain, SEJIWA Foundation dan Western Sydney University juga melakukan riset terhadap remaja usia 13-18 tahun di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Hasilnya, para remaja ingin mendapatkan bimbingan agar mereka bisa merasa aman di ruang digital.

Namun sayangnya, tidak semua orang tua bisa membimbing anaknya untuk mampu menjaga keamanannya saat berinteraksi di dunia maya. Salah satu faktornya adalah karena orang tua juga tidak memahami dunia digital.

"Ada tiga jenis orang tua yang saya temui. Pertama yang digital skill dan parenting-nya bagus, tapi mereka juga butuh belajar dan masukan. Yang kedua yang skill digitalnya bagus, tapi belum menjalankan ilmu parenting karena ia juga terobsesi dunia maya atau sibuk. Terakhir yang skill digitalnya enggak ada, ilmu parenting-nya juga enggak ada," ujar Founder SEJIWA Foundation Diena Haryana.



Foto: Dok. TikTok

Pentingnya peran orang tua dalam perjalanan digital anak remajanya ditegaskan oleh Halimah, kreator di TikTok yang kerap membagikan tips pengasuhan anak. "Usia remaja adalah masa yang penuh eksplorasi. Mereka sudah bisa berpikir kritis, tapi belum tentu paham konsekuensinya, dan tidak mau dikekang. Jadi orang tua perlu menerapkan kebebasan dalam batasan, sehingga anak remaja kita mau terbuka dan berkomunikasi dengan sehat," ujarnya.

Lianna Nathania, seorang kreator muda di TikTok, mengiyakan pendapat Halimah. "Generasi muda, khususnya di usia remaja, masih butuh bimbingan dan pendampingan, sehingga nantinya mereka bisa melindungi dirinya di dunia digital," katanya.

Fitur Pelibatan Keluarga di TikTok untuk Lindungi Anak

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!