Fishbone Diagram, Teknik Pemecahan Masalah untuk Cegah Kegagalan sejak Dini
Senin, 21 Oktober 2024 - 14:54 WIB
Kamu bisa menggunakan Fishbone Diagram dengan beberapa langkah berikut, yang akan membantu mengenali sumber masalah lebih mudah dan efektif.
Langkah pertama adalah menentukan masalah utama yang ingin diselesaikan. Tuliskan masalah ini di bagian kepala diagram, misalnya sering terlambat mengirim tugas atau tugas kelompok sering tidak selesai tepat waktu.
Foto: Pexels
Selanjutnya, buat cabang-cabang utama atau tulangnya yang mewakili kategori umum dari kemungkinan penyebab masalah. Faktor utama ini biasanya mencakup elemen seperti manusia, metode (cara kerja), material (bahan atau alat), mesin (teknologi), dan lingkungan.
Selain hal tersebut, kategori ini dapat kamu sesuaikan lagi dan cabangnya tak terbatas.
Dari setiap cabang utama tadi, buat subcabang yang lebih spesifik. Misalnya, pada faktor manusia, kamu bisa menambahkan penyebab spesifik di bawahnya, seperti kurangnya disiplin atau motivasi rendah.
Begitu juga dengan faktor lainnya. Pastikan kamu menggali sedalam mungkin hingga menemukan sumber masalah dari setiap faktor.
Baca Juga: Ciri Manusia Indonesia Menurut Mocthar Lubis pada 1977, Ada Bedanya dengan 2021?
1. Tentukan Masalah Utama
Langkah pertama adalah menentukan masalah utama yang ingin diselesaikan. Tuliskan masalah ini di bagian kepala diagram, misalnya sering terlambat mengirim tugas atau tugas kelompok sering tidak selesai tepat waktu.
Foto: Pexels
2. Kategorikan Faktor Utama Masalah
Selanjutnya, buat cabang-cabang utama atau tulangnya yang mewakili kategori umum dari kemungkinan penyebab masalah. Faktor utama ini biasanya mencakup elemen seperti manusia, metode (cara kerja), material (bahan atau alat), mesin (teknologi), dan lingkungan.
Selain hal tersebut, kategori ini dapat kamu sesuaikan lagi dan cabangnya tak terbatas.
3. Rincikan Penyebab Spesifik dari Setiap Faktor
Dari setiap cabang utama tadi, buat subcabang yang lebih spesifik. Misalnya, pada faktor manusia, kamu bisa menambahkan penyebab spesifik di bawahnya, seperti kurangnya disiplin atau motivasi rendah.
Begitu juga dengan faktor lainnya. Pastikan kamu menggali sedalam mungkin hingga menemukan sumber masalah dari setiap faktor.
Baca Juga: Ciri Manusia Indonesia Menurut Mocthar Lubis pada 1977, Ada Bedanya dengan 2021?
Lihat Juga :