Salah Kebijakan, Potensi Perikanan Hilang : Wilayah Ini Jadi Kuburan Kapal
Minggu, 30 Agustus 2020 - 08:36 WIB
Atlas Obscura melansir jika keputusan untuk mengalihkan saluran dari sungai Amu Darya dan Syr Darya merupakan pemasok debit air ke dalam Laut Aral ternyata memiliki konsekwensi panjang. Pengalihan air seharusnya mengaliri saluran irigasi wilayah gurun di laut Aral, guna menghidupi pertanian kapas dan gandum.
Buntut pengalihan tersebut debit air Laut Aral diperkirakan berkurang 25 sampai 75 persen sehingga membuat danau mulai surut. Melihat kondisi itu, mau tak mau penduduk Moynaq mulai meninggalkan profesi nelayan mereka dan pindah ke wilayah lain. Hal ini membuat kapal-kapal mereka juga terbengkalai dan ditinggalkan begitu saja.
Tahun demi tahun, kapal-kapal yang terbengkalai di atas padang pasir perlahan berkarat dan tertutup debu, layaknya kuburankapal yang gersang dan tak berpenduduk. Baca Lagi : Bersama Kapal Berbentuk Kura-kura, Yi Sun Tumpas Jepang Selama 7 Tahun
Buntut pengalihan tersebut debit air Laut Aral diperkirakan berkurang 25 sampai 75 persen sehingga membuat danau mulai surut. Melihat kondisi itu, mau tak mau penduduk Moynaq mulai meninggalkan profesi nelayan mereka dan pindah ke wilayah lain. Hal ini membuat kapal-kapal mereka juga terbengkalai dan ditinggalkan begitu saja.
Tahun demi tahun, kapal-kapal yang terbengkalai di atas padang pasir perlahan berkarat dan tertutup debu, layaknya kuburankapal yang gersang dan tak berpenduduk. Baca Lagi : Bersama Kapal Berbentuk Kura-kura, Yi Sun Tumpas Jepang Selama 7 Tahun
(sri)
Lihat Juga :