SIAL Interfood, Ajang Unjuk Gigi Kuliner Nusantara di Kancah Internasional

Rabu, 13 November 2024 - 16:15 WIB
SIAL Interfood 2024 diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia, mengukuhkan posisinya sebagai pameran yang tidak hanya bergengsi tetapi juga relevan dalam merespons perkembangan dan kebutuhan global.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengapresiasi kegiatan SIAL Interfood 2024 ini. Menurutnya, industri makanan dan minuman memiliki ekspor lebih dari 70 persen.

“Maka oleh karena itu, sesuai dengan apa yang telah diarahkan juga oleh Bapak Menteri, Pak Budi Santoso bagaimana kita ke depannya bisa mendongkrak ekspor yang non-migas, karena ini menjadi salah satu unggulan negara Indonesia juga," ungkapnya.

Dalam sambutannya, Wamendag menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus selama 53 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Pada periode Januari--September 2024, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 21,98 miliar.

Wamendag mengatakan, industri makanan dan minuman di Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif selama lima tahun terakhir dengan tingkat pertumbunan sebesar 6,8 persen dan nilai ekspor total USD 5,2 miliar pada tahun 2023.

Produk makanan dan minuman Indonesia juga telah diekspor ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Wamendag menambahkan, bisnis di Indonesia didominasi oleh sektor UMKM.

UMKM Indonesia telah berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap PDB dan telah menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Kemendag mempunyai tiga program kerja utama dalam meningkatkan ekspor produk Indonesia, yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan ekspor, dan peningkatan UMKM BISA (Berani Inovasi dan Siap Adaptasi) ekspor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!