Alasan Putri Charlotte Miliki Peluang Lebih Besar Jadi Ratu daripada Putri Anne

Selasa, 19 November 2024 - 15:40 WIB
Undang-Undang Suksesi (2013) juga menghapus "ketentuan yang menyatakan bahwa mereka yang menikah dengan penganut Katolik Roma didiskualifikasi dari garis suksesi. Perubahan tersebut mulai berlaku di semua enam belas Kerajaan pada bulan Maret 2015," - menurut situs web resmi Keluarga Kerajaan.

Ini berarti bahwa Putri Charlotte memiliki peluang yang jauh lebih tinggi untuk menjadi Ratu suatu hari nanti, daripada bibi buyutnya, Putri Anne.

Saat Anne lahir, dia berada di urutan kedua pewaris takhta, namun setelah kelahiran adik laki-lakinya, Pangeran Andrew, dia turun ke urutan ketiga dan kemudian keempat ketika adik laki-lakinya yang paling muda, Pangeran Edward, lahir.

Saat ini, Pangeran George berada di urutan kedua pewaris takhta setelah ayahnya, Pangeran William, yang berada di urutan pertama.

Oleh karena itu, George adalah pewaris langsung dan calon Raja sebagai anak pertama William dan Kate. Kemungkinan Putri Charlotte akan menjadi Ratu masih kecil selama George menginginkan jabatan tersebut.

Jika aturan tidak berubah saat adik laki-laki Charlotte, Pangeran Louis lahir, Charlotte akan turun ke urutan keempat, dan George akan mengambil posisi Charlotte saat ini sebagai urutan ketiga pewaris takhta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!