Penjelasan Ending Jeongnyeon: The Star Is Born, Perjuangan Seniman Menuju Puncak Kesuksesan

Jum'at, 29 November 2024 - 15:38 WIB
Di Maeran, para fangirl memberi tahu kepada Jeongnyeon bahwa mereka gembira karena Jeongnyeon menjadi pangeran yang baru. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa mereka mencintai seluruh Maeran dan tidak hanya mencintai Ok Gyeong. Jeongnyeon mendapatkan buket bunga dan ada catatan dalam buket tersebut. Catatan itu dari Joo Ran yang mendoakan Jeongnyeon.

Pada Episode terakhir Jeongnyeon, ada pertunjukan gukgeuk. Drama yang dipentaskan pada episode ini adalah The Legend of the Twin Pagodas. Drama tersebut menceritakan kisah dua pria yang diharuskan membangun pagoda karena permintaan Putri. Namun salah satu pria tersebut yang bernama Dalbi, iri terhadap keterampilan pria lainnya yakni Asadal.

Asadal merupakan pia yang memvisualisasikan pahatannya yang menginspirasi untuk menciptakan keajaiban. Sementara itu, Dalbi hanyalah pemahat batu. Dalbi itu terhadap Asadal, ia juga penasaran untuk melihat bangunan yang akan Asadal buat. Suatu ketika, Dalbi mengetahui bahwa Asadal ingin pergi menemui istrinya, ia merasa itu bisa membahayakan pagoda, jadi ia berbohong kepada istri Asadal. Mengatakan Asadal akan siap menikahi putri setelah pagoda siap, dan karena Asadal Jatuh cinta padanya.

Ia menyuruhnya untuk menunggu Asadal sampai dia bisa melihat pantulan pagoda yang sudah selesai di danau. Asadal menemukan istrinya di hati terakhir, namun istrinya sudah sakit-sakitan dan walaupun Asadal mengatakan bahwa semua yang Dalbi katakan tidak benar, namun istrinya sudah menghembuskan napas terakhirnya. Asadal mungkin sudah memberikan segalanya untuk pagoda, namun ia. Tidak mendapatkan balasan apa pun. Pada episode terakhir The Legend of the Twin Pagodas menggambarkan Kisah Youngseo dan Jeongnyeon.

Baca Juga: Ending Drama Love in The Big City, di Balik Akhir Kisah Cinta Go Yeong yang Pahit

Drama tersebut memberikan gambaran tentang gairah dan bagaimana hal itu bisa menjadi tidak memuaskan meskipun Anda sudah mengerahkan seluruh tenaga untuk itu. Dalam situasi tertentu seperti itu, kehidupan seorang seniman bisa terasa sia-sia. Saat pertunjukan dimulai, Yong Rye, Patricia, Ki Joo dan saudara perempuan Jeongnyeon hadir di antara para penonton. Yeong Sep dan Jeongnyeon berperan sebagai pemahat yang membangun pagoda batu masing-masing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!