Enheduanna: Putri Raja, Pendeta, dan Penyair Perempuan Pertama di Dunia

Senin, 31 Agustus 2020 - 20:30 WIB
Tak cuma sampai di situ, Enheduanna juga merupakan penyair dan penulis pertama yang terkenal pada masa itu ketika banyak penulis yang memilih jadi anonim.

Namun, mengutip dari tulisan Louise Pryke dalam The Coversation, menurut Jane Sullivan dalam “Turning Pages: In Praise of The Neglected Women Writers”, namanya justru kini tenggelam dan seakan hilang dalam catatan sejarah.

Karya-karya Enheduanna kebanyakan adalah himne kepada Dewi Inanna dan 42 himne kuil. Himne-himnenya diterjemahkan dengan judul “The Great Hearted Mistress”, “The Exaltation of Innana”, dan “The Goddes of the Fearsome Powers”.

Tradisi menulis pada masa peradaban kuno sering dianggap sebagai tugasnya laki-laki, tapi nyatanya karya Enheduanna justru menjadi bagian penting dalam sejarah sastra Mesopotamia.

Karyanya ditulis dalam aksara paku (kuneiform) pada papan tanah liat, tapi sayangyang tersisa sekarang cuma salinannya yang berasal dari sekitar 1800 SM. (Baca Juga: Perempuan Awalnya Tak Boleh Main Teater, Kenapa? )



Foto: Wikimedia Commons

Puisi Enheduanna bisa dibilang sebuah refleksi manusia akan keagungan ilahi. Puisinya yang memuji dewa-dewi langit jadi pondasi awal bidang astronomi modern. Penjelasannya tentang pengukuran dan pergerakan bintang diyakini menjadi awal observasi ilmiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!