RS Kanker Dharmais dan Ge Healthcare Fokus Kembangkan Kedokteran Nuklir

Selasa, 03 Desember 2024 - 07:19 WIB
Peningkatan prevalensi penyakit kanker di Indonesia menunjukkan pengeluaran yang semakin besar. Foto/ ist
JAKARTA – Peningkatan prevalensi penyakit kanker di Indonesia telah menunjukkan pengeluaran yang semakin besar pada sistem kesehatan.

Kementerian Kesehatan mencatat BPJS mengeluarkan dana sebesar Rp3,1 triliun untuk pengobatan kanker pada 2020 dan meningkat sekira 50% menjadi Rp5,9 triliun pada tahun 2023.



Lupi Trilaksono, SF, MM, Apt, Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan mengatakan, salah satu tantangan utamanya adalah keterlambatan diagnosis. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan pemanfaatan kedokteran nuklir.

Dia menjelaskan, kedokteran nuklir adalah cabang medis yang memanfaatkan bahan radioaktif untuk diagnosis dan terapi berbagai penyakit, termasuk kanker.

"Teknologi ini memungkinkan deteksi kanker dengan akurasi yang lebih tinggi, serta pengobatan yang lebih efektif dengan memanfaatkan radioterapi atau terapi berbasis isotop radioaktif," ujar Lupi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!