3 Berlian Kerajaan Inggris Hasil Curian dari Negara Jajahan, Afrika Selatan Minta Dikembalikan
Jum'at, 13 Desember 2024 - 17:00 WIB
Kini, di tengah perbincangan global tentang pengembalian karya seni dan artefak yang dijarah selama masa kolonial, beberapa warga Afrika Selatan menyerukan agar berlian tersebut dibawa kembali.
“Berlian itu harus dibawa ke Afrika Selatan. Berlian itu harus menjadi tanda kebanggaan, warisan, dan budaya kita,” kata Mothusi Kamanga, seorang pengacara dan aktivis di Johannesburg yang telah mempromosikan petisi daring, yang telah mengumpulkan sekitar 8.000 tanda tangan agar berlian itu dikembalikan.
Dikutip smithsonianmag, menurut kepercayaan Hindu, berlian ini dipuja oleh dewa-dewa seperti Krishna, meski tampaknya membawa kutukan, jika keberuntungan pemiliknya menjadi acuan. Permata in, kemudian dikenal sebagai Berlian Koh-i-Noor, berhasil melewati berbagai intrik istana India sebelum akhirnya berakhir di Permata Mahkota Inggris pada pertengahan 1800-an.
Saat itulah seorang ahli geologi amatir Inggris mewawancarai para ahli gemologi dan sejarawan tentang asal-usul berlian tersebut dan menulis sejarah Koh-i-Noor yang menjadi dasar bagi sebagian besar cerita tentang berlian tersebut di masa mendatang. Namun, menurut sejarawan Anita Anand dan William Dalrymple, ahli geologi tersebut salah besar.
“Berlian itu harus dibawa ke Afrika Selatan. Berlian itu harus menjadi tanda kebanggaan, warisan, dan budaya kita,” kata Mothusi Kamanga, seorang pengacara dan aktivis di Johannesburg yang telah mempromosikan petisi daring, yang telah mengumpulkan sekitar 8.000 tanda tangan agar berlian itu dikembalikan.
2. Berlian Koh-i-Noor
Berlian Koh-i-Noor yang dipasang di bagian depan mahkota yang dibuat untuk Ibu Suri Elizabeth, dipasang di peti matinya pada bulan April 2002. Berlian ini berasal dari tambang aluvial India ribuan tahun yang lalu, yang diayak dari pasir.Dikutip smithsonianmag, menurut kepercayaan Hindu, berlian ini dipuja oleh dewa-dewa seperti Krishna, meski tampaknya membawa kutukan, jika keberuntungan pemiliknya menjadi acuan. Permata in, kemudian dikenal sebagai Berlian Koh-i-Noor, berhasil melewati berbagai intrik istana India sebelum akhirnya berakhir di Permata Mahkota Inggris pada pertengahan 1800-an.
Saat itulah seorang ahli geologi amatir Inggris mewawancarai para ahli gemologi dan sejarawan tentang asal-usul berlian tersebut dan menulis sejarah Koh-i-Noor yang menjadi dasar bagi sebagian besar cerita tentang berlian tersebut di masa mendatang. Namun, menurut sejarawan Anita Anand dan William Dalrymple, ahli geologi tersebut salah besar.
Lihat Juga :