Kenapa Meghan Markle Terus Mengarang Cerita Buruk Keluarga Kerajaan?
Minggu, 22 Desember 2024 - 05:43 WIB
"Bagaimana mungkin Megs terus-terusan mengarang cerita dengan bersikap buruk tentang Raja Charles dan calon Ratu Catherine, seperti yang pernah dilakukannya di masa lalu, saat mereka sakit parah. Dan saat orang-orang di seluruh dunia mengagumi cara Raja dan Putri tidak hanya mengungkapkan diagnosis mereka secara terbuka, tetapi juga tetap menjalankan tugas sebaik mungkin meskipun mereka sakit," tulisnya dikutip mirror.
"Namun tanpa pemasukan dari proyek-proyek seperti wawancara Oprah, serial dokumenter Netflix yang mengungkap segalanya, dan buku Harry berjudul Spare, pasangan itu benar-benar terekspos. Betapa kesepian dan, ya, cemas, yang pasti mereka rasakan saat menghabiskan Natal di rumah mewah mereka di Montecito. Dia bersama ibunya Doria tetapi bersama ayahnya, yang diasingkan dari kehidupannya, namun tinggal hanya beberapa mil jauhnya, dan Harry sangat jauh dari keluarganya sendiri," tutur dia lagi.
Hal ini menggemakan komentar yang sebelumnya dibuat oleh komentator kerajaan yang berbasis di AS Lee Cohen, yang mengatakan bahwa meskipun Harry dan Meghan pernah melambangkan dongeng modern, "keluhan" mereka berarti bahwa hubungan cinta Amerika dengan pasangan itu telah mendingin secara signifikan.
"Harry dan Meghan suka mengeluh. Dan di masyarakat Amerika yang sebagian besar optimis, itu adalah hal yang buruk. Sementara sebagian orang memandang keterbukaan pasangan itu sebagai sikap berani terhadap kekakuan institusional, banyak yang lain menganggapnya sebagai sikap tidak tahu terima kasih dan memecah belah," katanya kepada The US Sun.
"Sebagian orang Amerika, khususnya mereka yang menghormati dan mengagumi monarki, menganggap kritik yang berulang-ulang ini tidak sopan dan tidak pantas. Jadi, narasi keluhan yang tak ada habisnya dari keluarga Sussex telah mengasingkan banyak orang yang pernah mengagumi keterusterangan mereka," ucap dia.
Sementara, Maureen Callohan mencatat Amerika telah memasuki fase baru dalam hubungan ini, yang tidak lagi bersikap acuh tak acuh terhadap keduanya dan menjadi tidak tertarik sama sekali. Dan itu adalah lonceng kematian bagi Brand Sussex.
"Namun tanpa pemasukan dari proyek-proyek seperti wawancara Oprah, serial dokumenter Netflix yang mengungkap segalanya, dan buku Harry berjudul Spare, pasangan itu benar-benar terekspos. Betapa kesepian dan, ya, cemas, yang pasti mereka rasakan saat menghabiskan Natal di rumah mewah mereka di Montecito. Dia bersama ibunya Doria tetapi bersama ayahnya, yang diasingkan dari kehidupannya, namun tinggal hanya beberapa mil jauhnya, dan Harry sangat jauh dari keluarganya sendiri," tutur dia lagi.
Hal ini menggemakan komentar yang sebelumnya dibuat oleh komentator kerajaan yang berbasis di AS Lee Cohen, yang mengatakan bahwa meskipun Harry dan Meghan pernah melambangkan dongeng modern, "keluhan" mereka berarti bahwa hubungan cinta Amerika dengan pasangan itu telah mendingin secara signifikan.
"Harry dan Meghan suka mengeluh. Dan di masyarakat Amerika yang sebagian besar optimis, itu adalah hal yang buruk. Sementara sebagian orang memandang keterbukaan pasangan itu sebagai sikap berani terhadap kekakuan institusional, banyak yang lain menganggapnya sebagai sikap tidak tahu terima kasih dan memecah belah," katanya kepada The US Sun.
"Sebagian orang Amerika, khususnya mereka yang menghormati dan mengagumi monarki, menganggap kritik yang berulang-ulang ini tidak sopan dan tidak pantas. Jadi, narasi keluhan yang tak ada habisnya dari keluarga Sussex telah mengasingkan banyak orang yang pernah mengagumi keterusterangan mereka," ucap dia.
Sementara, Maureen Callohan mencatat Amerika telah memasuki fase baru dalam hubungan ini, yang tidak lagi bersikap acuh tak acuh terhadap keduanya dan menjadi tidak tertarik sama sekali. Dan itu adalah lonceng kematian bagi Brand Sussex.
Lihat Juga :