Siapa Ratu Camilla sebelum Menjadi Istri Raja Charles III? Ini Perjalanan Hidupnya
Jum'at, 10 Januari 2025 - 16:20 WIB
Namun, tekanan dari pihak luar menghalangi hubungan mereka. Lord Mountbatten, paman buyut sekaligus ayah angkat Charles, tidak menyetujui Camilla karena dia bukan bangsawan dan tidak perawan, kriteria penting untuk calon pasangan Pangeran Wales pada masa itu.
Selain itu, Camilla juga jatuh cinta pada Andrew Parker Bowles, seorang perwira Angkatan Darat yang terkenal tampan namun memiliki reputasi sebagai tukang selingkuh, bahkan sempat berkencan dengan Putri Anne, adik Charles. Tekanan tersebut memisahkan Camilla dan Charles, meski hubungan mereka tetap dekat di tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga: Ratu Camilla dan Kate Middleton Dilarang Pakai Berlian sebelum Pukul 6 Sore
Foto/Vanity Fair
Camilla akhirnya menikahi Andrew pada 4 Juli 1973, meskipun Charles sempat memohon agar pernikahan itu dibatalkan. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki dua anak, Tom dan Laura. Sejak saat itu Camilla menjalani kehidupan yang diidamkannya sebagai istri dan ibu di pedesaan.
Namun, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Sikap Andrew yang meremehkan dan kebiasaan berselingkuh menguji kesabaran Camilla. Perselingkuhan Andrew bahkan menjadi rahasia umum di lingkaran sosial mereka.
Sehingga seorang teman bercanda bahwa ia satu-satunya yang belum dirayu oleh Andrew. Meski demikian, Camilla tetap menjalankan perannya sebagai ibu dan istri dengan dedikasi, meskipun pernikahan itu penuh tantangan.
Foto/Vanity Fair
Charles dan Camilla tetap bersahabat erat meskipun Camilla telah menikah. Pada akhir 1970-an, persahabatan mereka berkembang menjadi hubungan asmara. Charles yang sering merasa kesepian menjadi tamu tetap di rumah keluarga Parker Bowles.
Di mana Camilla mengadakan pesta-pesta hangat dan penuh keakraban. Camilla memperlakukan Charles dengan apa adanya, tidak ragu menegur jika ia berperilaku buruk atau egois, menjadikannya seorang teman sejati.
Persahabatan yang erat ini kembali memicu hubungan romantis mereka pada pertengahan 1980-an. Terutama ketika ayah Pangeran William dan Pangeran Harry itu mengalami depresi akibat pernikahannya dengan Diana gagal.
Camilla menjadi sosok yang mampu mengangkat semangat Charles dan membuatnya tertawa lagi, memberikan pengaruh positif yang mendalam pada kehidupannya.
Selain itu, Camilla juga jatuh cinta pada Andrew Parker Bowles, seorang perwira Angkatan Darat yang terkenal tampan namun memiliki reputasi sebagai tukang selingkuh, bahkan sempat berkencan dengan Putri Anne, adik Charles. Tekanan tersebut memisahkan Camilla dan Charles, meski hubungan mereka tetap dekat di tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga: Ratu Camilla dan Kate Middleton Dilarang Pakai Berlian sebelum Pukul 6 Sore
Pernikahan Camilla dengan Andrew Parker Bowles
Foto/Vanity Fair
Camilla akhirnya menikahi Andrew pada 4 Juli 1973, meskipun Charles sempat memohon agar pernikahan itu dibatalkan. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki dua anak, Tom dan Laura. Sejak saat itu Camilla menjalani kehidupan yang diidamkannya sebagai istri dan ibu di pedesaan.
Namun, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Sikap Andrew yang meremehkan dan kebiasaan berselingkuh menguji kesabaran Camilla. Perselingkuhan Andrew bahkan menjadi rahasia umum di lingkaran sosial mereka.
Sehingga seorang teman bercanda bahwa ia satu-satunya yang belum dirayu oleh Andrew. Meski demikian, Camilla tetap menjalankan perannya sebagai ibu dan istri dengan dedikasi, meskipun pernikahan itu penuh tantangan.
Perselingkuhan Charles dan Camilla
Foto/Vanity Fair
Charles dan Camilla tetap bersahabat erat meskipun Camilla telah menikah. Pada akhir 1970-an, persahabatan mereka berkembang menjadi hubungan asmara. Charles yang sering merasa kesepian menjadi tamu tetap di rumah keluarga Parker Bowles.
Di mana Camilla mengadakan pesta-pesta hangat dan penuh keakraban. Camilla memperlakukan Charles dengan apa adanya, tidak ragu menegur jika ia berperilaku buruk atau egois, menjadikannya seorang teman sejati.
Persahabatan yang erat ini kembali memicu hubungan romantis mereka pada pertengahan 1980-an. Terutama ketika ayah Pangeran William dan Pangeran Harry itu mengalami depresi akibat pernikahannya dengan Diana gagal.
Camilla menjadi sosok yang mampu mengangkat semangat Charles dan membuatnya tertawa lagi, memberikan pengaruh positif yang mendalam pada kehidupannya.
Lihat Juga :