Sering Merasa Terlalu Santuy? Mungkin Kamu Seorang Tidsoptimist
Rabu, 02 September 2020 - 14:13 WIB
Memang bukan hal yang gampang, tapi gak mustahil untuk mengubah kebiasaan tersebut. (Baca Juga: Bingung Cara Mencari Passion? Begini Langkah Sederhana Menemukannya )
Alasan Sering Terlambat
Dalam sebuah laporan yang ditulis Sumathi Reddy untuk The Wall Street Journal, dia mengungkapkan bahwa para ilmuwan menemukan beberapa alasan seseorang sering terlambat.
“Ada berbagai macam disinsentif dan hukuman karena terlambat, dan paradoksnya adalah kita terlambat bahkan ketika hukuman dan konsekuensi itu ada," kata Justin Kruger, psikolog sosial di New York University's School of Business.
Foto:Monkey Business Images/Shutterstock
Salah satu alasan paling jelas dan umum mengapa orang sering terlambat adalah karena mereka gagal menilai secara akurat jangka waktu, yang dibutuhkan saat melakukan sebuah tugas atau yang dikenal sebagai kesalahan perencanaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata orang meremehkan jangka waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan sebuah tugas hingga 40 persen.
Pada 2001, Jeff Conte dari San Diego State University, Amerika Serikat, juga menemukan tipe kepribadian yang hobi terlambat.
Jeff membagi kepribadian menjadi dua, yakni Tipe A yang sangat tegang dan berorientasi pada pencapaian yang cenderung tepat waktu, sedangkan Tipe B lebih santai dan hobi ngaret.
Fakta di lapangan mengatakan, keduanya merasakan ‘waktu’ yang sangat berbeda. Satu menit yang dirasakan Tipe A adalah 58 detik, sedangkan Tipe B lebih santai, yakni 77 detik. Lumayan jauh, kan, perbandingannya?
Alasan Sering Terlambat
Dalam sebuah laporan yang ditulis Sumathi Reddy untuk The Wall Street Journal, dia mengungkapkan bahwa para ilmuwan menemukan beberapa alasan seseorang sering terlambat.
“Ada berbagai macam disinsentif dan hukuman karena terlambat, dan paradoksnya adalah kita terlambat bahkan ketika hukuman dan konsekuensi itu ada," kata Justin Kruger, psikolog sosial di New York University's School of Business.
Foto:Monkey Business Images/Shutterstock
Salah satu alasan paling jelas dan umum mengapa orang sering terlambat adalah karena mereka gagal menilai secara akurat jangka waktu, yang dibutuhkan saat melakukan sebuah tugas atau yang dikenal sebagai kesalahan perencanaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata orang meremehkan jangka waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan sebuah tugas hingga 40 persen.
Pada 2001, Jeff Conte dari San Diego State University, Amerika Serikat, juga menemukan tipe kepribadian yang hobi terlambat.
Jeff membagi kepribadian menjadi dua, yakni Tipe A yang sangat tegang dan berorientasi pada pencapaian yang cenderung tepat waktu, sedangkan Tipe B lebih santai dan hobi ngaret.
Fakta di lapangan mengatakan, keduanya merasakan ‘waktu’ yang sangat berbeda. Satu menit yang dirasakan Tipe A adalah 58 detik, sedangkan Tipe B lebih santai, yakni 77 detik. Lumayan jauh, kan, perbandingannya?
Lihat Juga :