Konser Bingah Yura Yunita Mengangatkan Hati Ribuan Penonton

Senin, 03 Februari 2025 - 19:18 WIB
Alih-alih muncul di atas panggung, Yura terbang melayang menyebrangi area konser dari sudut tribun atas hingga tiba di atas panggung. Sebuah keputusan berani namun elegan secara bersamaan untuk kemunculan sang tokoh utama dalam konser ‘Bingah’.

Prima dan merdunya vokal Yura Yunita dipadukan dengan puluhan penari latar berhasil menyihir para penonton dengan lagu ‘Tenang’ sebagai lagu pembuka. Kesyahduan langsung beralih menjadi gegap gempita penonton saat Yura melanjutkan ke lagu ‘Harus Bahagia’. Berubah-ubahnya suasana hati penonton terus dibangun di sepanjang pertunjukan. Namun yang pasti, ragam rasa itu sampai hingga ke hati terdalam para penonton yang hadir.

Urutan lagu dirangkai dengan apik oleh Iwan Popo sebagai sutradara musik, dipadankan dengan aransemen musik yang menggugah hati. Kumpulan lagu dari seluruh album Yura, terasa baru namun di waktu yang bersamaan tetap terdengar familiar dengan karya musik yang kerap didengarkan di keseharian kita.

‘Salih Asah’, tajuk di babak kedua, Yura dengan eloknya menyanyikan sembilan lagu yang diibaratkan sebagai perjalanan pencarian cinta. Ikut melengkapi lagu ‘Pekat’, Sal Priadi, menambah meriahnya sore itu. Babak ini, ditutup manis dengan perjalanan kisah cinta Yura hingga akhirnya ia bersanding bersama Donne Maula. Tidak hanya pasangan dalam hidup, Yura dan Donne juga adalah pasangan ideal dalam berkarya. Bersama-sama menyanyikan lagu ‘Bercinta Lewat Kata’, sebuah karya yang mereka ciptakan bersama.

Di babak berikutnya, ‘Silih Asih’, Yura menghadirkan rasa hangat yang berbeda dari babak sebelumnya. Momen haru tak dapat terbendung ketika tiba-tiba Ruth Sahanaya muncul menyanyikan lagu ‘Keliru’. Sebagai kejutan manis untuk Mama Yani, ibunda Yura, yang sangat mengidolakan diva legendaris tersebut.

Selain itu kemunculan Gempi dengan suara khasnya berpadu harmonis dengan suara Yura, juga berhasil menciptakan nuansa manis dan mencuri hati. Babak ini ditutup dengan ‘Bandung’ lagu yang diciptakan Yura sebagai pengingat dimana asal ia lahir dan bertumbuh.

Yura membawakannya dengan penuh kemeriahan bersama para penari dan seniman tradisional, mulai dari Jaipong, Sisingaan, Badawang, Buta Kararas, hingga alunan perkusi tradisional, menjadi sebuah puncak momen selebrasi budaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!