7 Skandal Percintaan Kerajaan Inggris Paling Mengejutkan dalam Sejarah

Rabu, 05 Februari 2025 - 09:40 WIB
Pada 1936, Raja Edward VIII memicu krisis konstitusional dengan memutuskan turun takhta demi menikahi Wallis Simpson, seorang janda cerai dari AS. Sebagai pemimpin Gereja Inggris dan 'Pembela Iman', Edward VIII dianggap tidak dapat menikahi Simpson karena statusnya yang telah dua kali bercerai, yang bertentangan dengan ajaran gereja dan nilai-nilai kerajaan.

Perdana Menteri Stanley Baldwin memberikan dua pilihan kepada Edward VIII yaitu tetap menjadi raja tanpa menikahi Simpson atau turun takhta untuk menikahinya. Edward VIII memilih turun takhta dan mengumumkan keputusannya dalam siaran BBC pada 11 Desember 1936.

Pemerintahannya yang berlangsung kurang dari setahun pun berakhir, dan ia digantikan oleh saudaranya, George VI, yang kemudian menjadi ayah dari Ratu Elizabeth II.

6. Putri Margaret



Foto/People

Hubungan romantis Putri Margaret, adik Ratu Elizabeth II, dengan Peter Townsend menjadi salah satu skandal cinta terbesar dalam sejarah Keluarga Kerajaan Inggris. Townsend, mantan pelayan Raja George VI, mulai menjalin hubungan serius dengan Putri Margaret setelah menceraikan istrinya pada 1952.

Hubungan mereka menjadi sorotan media setelah seorang jurnalis melihat Putri Margaret dengan penuh kasih mencabut serat dari jaket Townsend saat penobatan Ratu Elizabeth II pada 1953.

Namun, pernikahan mereka ditentang oleh Keluarga Kerajaan dan pemerintah Inggris karena Townsend adalah pria yang telah bercerai, yang bertentangan dengan nilai-nilai Gereja Inggris dan peran sang putri dalam monarki.

Tekanan dari berbagai pihak membuat Margaret mengeluarkan pernyataan publik pada 1955, menyatakan bahwa ia melepaskan hubungan tersebut demi tugasnya kepada Persemakmuran. Meski begitu, ia dikabarkan tidak pernah benar-benar berdamai dengan kehilangan cinta sejatinya.

Baca Juga: 9 Sejarah Kelam Keluarga Kerajaan Inggris, dari Perselingkuhan hingga Konflik Adik Kakak

7. Ratu Elizabeth II



Foto/People

1992 menjadi salah satu periode paling sulit dalam pemerintahan Ratu Elizabeth II, yang kemudian ia sebut sebagai annus horribilis atau tahun yang mengerikan. Berbagai skandal dan krisis dalam Keluarga Kerajaan menguji ketahanan monarki di tengah perubahan sosial di Inggris.

Krisis utama pada tahun itu berpusat pada kehidupan pribadi anak-anak ratu. Putri Anne bercerai dari Kapten Mark Phillips, Pangeran Andrew berpisah dari Sarah Ferguson, dan pernikahan Pangeran Charles dengan Putri Diana semakin bermasalah, dengan skandal perselingkuhan dan perpecahan yang menjadi konsumsi publik.

Sorotan media terhadap kehidupan pribadi Keluarga Kerajaan pun meningkat, sesuatu yang sangat dihindari oleh Elizabeth II. Sebagai puncak dari tahun yang penuh kesulitan, empat hari sebelum pidato ratu pada 24 November 1992, terjadi kebakaran besar di Kastil Windsor, salah satu kediaman pribadinya. Peristiwa ini semakin mempertegas betapa beratnya tahun itu bagi Kerajaan Inggris.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!