Pangeran Harry Sindir Donald Trump, Beberapa Jam setelah Meghan Markle Diejek
Senin, 10 Februari 2025 - 07:40 WIB
September lalu, hakim AS Carl Nichols menyimpulkan bahwa publik tidak memiliki kepentingan pribadi dalam pengungkapan catatan imigrasi Harry. Namun, Heritage Foundation bertekad untuk menulis ulang narasi ini, dengan menempuh cara hukum untuk mengungkapkan apa yang mereka anggap sebagai "kepentingan publik yang sangat besar", dengan menyatakan bahwa permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi mereka seharusnya tidak ditolak oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Baca Juga: Citayam Fashion Week, Dulu Di-Bully Kini Digandrungi
Lembaga pemikir tersebut menyuarakan kekhawatiran atas pengakuan Harry tentang penggunaan narkoba dan perlunya transparansi pada pengajuan visa AS-nya, serta mempertanyakan integritas proses pemerintah. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menekankan privasi informasi imigrasi pribadi dalam tanggapan hukumnya.
"Sama seperti informasi kesehatan, keuangan, atau pekerjaan, informasi imigrasi seseorang adalah informasi pribadi yang bersifat pribadi," ujarnya.
Baca Juga: Citayam Fashion Week, Dulu Di-Bully Kini Digandrungi
Lembaga pemikir tersebut menyuarakan kekhawatiran atas pengakuan Harry tentang penggunaan narkoba dan perlunya transparansi pada pengajuan visa AS-nya, serta mempertanyakan integritas proses pemerintah. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menekankan privasi informasi imigrasi pribadi dalam tanggapan hukumnya.
"Sama seperti informasi kesehatan, keuangan, atau pekerjaan, informasi imigrasi seseorang adalah informasi pribadi yang bersifat pribadi," ujarnya.
(tdy)
Lihat Juga :