Fiersa Besari Tiba di Timika setelah Evakuasi, Pastikan Keadaannya Baik
Senin, 03 Maret 2025 - 10:20 WIB
"Saat ini, saya dan Furky Syahroni baru timba kembali ke Timika, Papua Tengah (3 Maret 2025) setelah tertahan di YV terkait cuaca buruk yang berdampak pada lalu lintas helikopter (satu-satunya akses resmi ke YV untuk saat ini adalah helikopter). Kondisi kami Alhamdulillah stabil," jelasnya.
Terkait kronologi kejadian, pelantun Celengan Rindu ini memilih untuk tidak terlalu banyak menjelaskan karena berbagai sumber berita telah menyajikan informasi yang cukup lengkap dan kredibel.
Namun, ia menambahkan bahwa dirinya tergabung dalam tim beranggotakan tiga orang, Sementara dua pendaki meninggal, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, merupakan bagian dari tim lain yang terdiri dari empat orang dengan tour operator yang berbeda. Mereka semua didampingi oleh pemandu.
"Untuk kronologi, saya rasa tidak perlu banyak menjelaskan karena sudah banyak sumber berita kredibel yang memberikan informasi. Adapun, jika boleh melengkapi informasi, saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang," ujarnya.
Baca Juga: Istri Hilang Kontak dengan Fiersa Besari: Pulang! Besok Ulang Tahun
"Sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (beda tour operator). Kami ditemani para guide. Selain kami dan tamu-tamu WNA, hari itu (28 Februari 2025) ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki," tambahnya.
Fiersa mengaku baru mengetahui tragedi yang menimpa Lilie dan Elsa, serta tiga pendaki lainnya yang saat itu masih terjebak di area tebing, setelah dirinya tiba di basecamp YV pada 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT. Kabar duka baru diterimanya keesokan paginya, 1 Maret 2025, sekitar pukul 04.00 WIT.
"Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya yang pada saat itu masih terjebak di area tebing, baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp YV (kami tiba 28 Februari 2025 - 22:48 WIT, dapat kabar 1 Maret 2025 - sekitar 04 WIT)," ungkapnya.
Terkait kronologi kejadian, pelantun Celengan Rindu ini memilih untuk tidak terlalu banyak menjelaskan karena berbagai sumber berita telah menyajikan informasi yang cukup lengkap dan kredibel.
Namun, ia menambahkan bahwa dirinya tergabung dalam tim beranggotakan tiga orang, Sementara dua pendaki meninggal, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, merupakan bagian dari tim lain yang terdiri dari empat orang dengan tour operator yang berbeda. Mereka semua didampingi oleh pemandu.
"Untuk kronologi, saya rasa tidak perlu banyak menjelaskan karena sudah banyak sumber berita kredibel yang memberikan informasi. Adapun, jika boleh melengkapi informasi, saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang," ujarnya.
Baca Juga: Istri Hilang Kontak dengan Fiersa Besari: Pulang! Besok Ulang Tahun
"Sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (beda tour operator). Kami ditemani para guide. Selain kami dan tamu-tamu WNA, hari itu (28 Februari 2025) ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki," tambahnya.
Fiersa mengaku baru mengetahui tragedi yang menimpa Lilie dan Elsa, serta tiga pendaki lainnya yang saat itu masih terjebak di area tebing, setelah dirinya tiba di basecamp YV pada 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT. Kabar duka baru diterimanya keesokan paginya, 1 Maret 2025, sekitar pukul 04.00 WIT.
"Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya yang pada saat itu masih terjebak di area tebing, baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp YV (kami tiba 28 Februari 2025 - 22:48 WIT, dapat kabar 1 Maret 2025 - sekitar 04 WIT)," ungkapnya.
Lihat Juga :